{"id":9239,"date":"2024-05-12T12:08:08","date_gmt":"2024-05-12T12:08:08","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=9239"},"modified":"2024-05-12T12:08:55","modified_gmt":"2024-05-12T12:08:55","slug":"hmi-takengon-soroti-kinerja-mag-terkait-perda-lagu-tawar-sedenge","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2024\/05\/12\/hmi-takengon-soroti-kinerja-mag-terkait-perda-lagu-tawar-sedenge\/","title":{"rendered":"HMI Takengon Soroti Kinerja MAG Terkait Perda Lagu &#8221; Tawar Sedenge&#8221;"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Takengon<\/span><\/span>&#8211; Afdhalal Gifari, Formatur Ketua Umum HMI Cabang Takengon, menyoroti kinerja Majelis Adat Gayo (MAG) terkait Perda Majelis Nomor 09\/XI\/28\/2002 tentang lagu Tawar Sedenge gubahan AR. Moese.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Lagu tersebut, yang merupakan bagian dari kekayaan budaya di dataran tinggi Tanoh Gayo, dianggap telah dilupakan dan terpinggirkan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Afdhalal Gifari, menegaskan pentingnya Majelis Adat Gayo (MAG) untuk tidak hanya diam dan menikmati hasil, tetapi juga bertindak aktif dalam melestarikan identitas budaya Gayo.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam pernyataannya, Gifari menekankan bahwa penekanan terhadap pelestarian identitas budaya bukanlah tindakan rasialis, melainkan upaya untuk mempertahankan akar budaya sebagai putra daerah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Lagu Tawar Sedenge, yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya di Tanoh Gayo, kini dikhawatirkan telah terlupakan dan terpinggirkan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Afdhal menegaskan pentingnya upaya pelestarian dan penghidupan kembali lagu tersebut sebagai bagian dari warisan budaya yang harus dilestarikan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sebagai seorang yang berasal dari lingge awal Serule, Afdhalal Gifari merasa tanggung jawab untuk memastikan bahwa identitas budaya Gayo tetap hidup dan dihargai.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia menegaskan orang Gayo tidak akan ragu untuk mempertahankan identitas mereka meski dalam perang hingga titik darah penghabisan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Afdhal menegaskan bahwa panggilan untuk bertindak aktif dalam melestarikan identitas budaya Gayo tidak hanya bersifat retorika, tetapi membutuhkan tindakan konkret dari MAG dan pihak-pihak terkait lainnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Kami tidak meminta banyak, hanya ingin MAG di bubarkan saja dan pemerintah daerah bergerak lebih aktif dalam menjaga warisan budaya kita karna MAG hari ini juga tidak ada kerja,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sebagai putra Gayo yang bangga akan akarnya, afdhal menekankan bahwa upaya pelestarian identitas budaya adalah tanggung jawab bersama dan bukan hanya tugas satu pihak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Kami mau langkah-langkah yang diambil oleh MAG dan pemerintah daerah dapat memastikan bahwa identitas budaya Gayo tetap hidup dan dihargai oleh generasi-generasi mendatang,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Kami mengajak seluruh pihak yang merasa dirinya hidup dan memiliki darah Gayo asal lingge awal serule geruduk gedung DPRK untuk mempertanyakan identitas perwakilan rakyat Gayo di gedung yang mewah ,&#8221;tutup Afdhal.(BA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Takengon&#8211; Afdhalal Gifari, Formatur Ketua Umum HMI Cabang Takengon, menyoroti kinerja Majelis Adat Gayo (MAG) terkait Perda Majelis Nomor 09\/XI\/28\/2002 tentang lagu Tawar Sedenge gubahan AR. Moese. &nbsp; Lagu tersebut, yang merupakan bagian dari kekayaan budaya di dataran tinggi Tanoh Gayo, dianggap telah dilupakan dan terpinggirkan. &nbsp; Afdhalal Gifari, menegaskan pentingnya Majelis Adat Gayo (MAG) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9241,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-9239","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9239","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9239"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9239\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9240,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9239\/revisions\/9240"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9241"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9239"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9239"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9239"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}