MENU

Germas Salah Satu Opsi Membuka Lapangan Kerja Bagi Masyarakat, Ayo Manfaatkan

3 menit membaca View : 2
Admin
Berita - 03 Jun 2024

A1news.co.id|Aceh Singkil– Semenjak telah di luncurkan nya Gerakan Menanam Masyarakat (Germas) di tengah masyarakat sebenarnya mendapat antusias tinggi dari kalangan petani pemula maupun profesional, 4/5/2024.

 

Sebagai awal pemanfaatan pekarangan yang sehat dan produktif dalam penyediaan ketersediaan pangan, meningkatkan kesadaran peran dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman.

 

Salah satu yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan pekarangan rumah yang ada untuk hal hal produktif seperti berkebun sayuran organik, menanam tanaman obat atau beternak.

 

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Salah satu lahan di Kawasan Pulo Sarok yang tergolong kategori Germas yang di pelopori DTPHP menugaskan Badan Penyuluh Pertanian (BPP) yang bermitra dengan petani di setiap Kecamatan dalam setiap pelaksanaan penanaman varietas tertentu pola pengusahaan.

 

Sama hal nya dengan pelaksanaan Germas di Kecamatan Singkil yang diwakili oleh Desa Pulo Sarok saat ini menanam cabe merah yang sebagian batang sudah di tahap berbuah hijau di perkirakan akan banyak masak hingga 2 Minggu kedepan.

 

Total keseluruhan tanaman mencapai sekitar 2300 pokok di kerjakan oleh Pak Man di dampingi teman-teman penyuluh yang senantiasa dengan senang hati membantu bila di butuhkan mencari solusi dan kiat perawatan tanaman.

 

Namun dari total hamparan lahan tersebut hanya separoh nya saja yang dapat di tanami, mungkin karena kondisi tanah bekas penumpukan lapisan kulit gambut yang timbunkan ke lokasi dari proyek pembangunan 880 unit rumah BRR Pulo Sarok saat proses pematangan lahan pasca gempa Nias/Aceh silam.

 

Terdapat sejumlah tantangan tersendiri karena di kerjakan oleh satu orang mungkin tidak sempat atau karena ada faktor lain.

 

Kondisi tanah nya di anggap layak walaupun kendala pada penyerapan air yang cepat karena bercampur dengan pasir.

 

Disamping itu kata seorang penyuluh ketika di konfirmasi yang meminta tidak publikasi nama kepada media di lahan mengatakan terkait ada warga kita yang saat ini telah menggarap sebidang tanah yang di kabarkan ingin agar Pemda yang membidangi DTPHP agar di perhatikan.

 

Penyuluh tersebut telah menyarankan bagi masyarakat yang ingin di pertimbangkan agar terlebih dulu membuat kelompok tani hortikultura minimal terdiri 10 orang atau lebih untuk di ajukan.

 

Hal itu dapat memudahkan survei ketika tim penyuluh dan terkait periksa lahan dan dapat mempetakan kira-kira apa saja yang dibutuhkan setelah di analisa lebih lanjut.

 

BPP sendiri sejati nya telah memprogramkan pola kelompok tani demikian terhadap masyarakat pada penanaman holtikultura minimal 1 hektar yang di isi anggota dengan minimal 10 orang atau lebih.

 

Apabila hal tersebut telah terpenuhi maka barulah bisa di golongkan sebagai kelompok tani, terlebih dahulu di survei untuk menentukan luas lahan,

 

Kondisi permukaan tanah maupun varietas apa yang bakal di tanami varietas yang sedang diwacanakan. (Irfan)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS