A1news.co.id|Langsa– Negeri ini sudah menjadi budaya para penipu dan pembohong dan pendusta sehingga kehidupan masyarakat menjadi miskin dampak dari para penipu dan pembohong yang menjadi budaya sampai saat ini ,30/6/2024.
Salah satu oknum masyarakat yang tidak mau untuk menjelaskan identitasnya secara publik, yang menuturkan aspirasinya kepada awak media a1news.co.id kalau Negeri ini sudah menjadi budaya penipu dan pembohong.
Dan kita dengar di tiap tiap Negeri sudah ada Anggaran Negara, bahkan di Alokasikan Anggaran tersebut,tapi tidak bermanfaat yang di salurkan di tiap daerah maupun di pelosok Desa, pungkasnya”””,
Bermacam program yang di program maupun itu BUMG / Desa tapi tidak ada manfaatnya untuk masyarakat kecil,
Apakah pemimpin kurang kooperatif untuk mengawasi anggaran tersebut sehingga terjadi, kalau Negeri ini tempatnya para penipu dan pembohong, tuturnya””””,
Keluh dan kesah seorang masyarakat yang tidak mau menyebutkan identitasnya secara umum, saya memohon kepada instansi pemerintah untuk mengawasi kinerja oknum Kepala Desa.
Yang sudah terdengar kalau di tiap tiap pelosok Desa sering kali terjadi nepotisme, yang mementingkan pribadi atau kekeluargaan di tiap tiap daerah masing masing.
Sayangilah kami sebagai masyarakat kecil yang tidak mempunyai daya dan upaya untuk berbuat sesuatu yang apa yang kami inginkan, tuturnya”'””,
Karena Negeri ini tanpa masyarakat tidak bisa berdiri dan berbuat apapun jenisnya, maka dari itu harga kami sebagai masyarakat kecil…..!!!!
Bermacam macam bantuan yang di salurkan oleh pemerintah pusat, seperti BLT, PKH, BPNT yang di program oleh pemerintah, tapi hari ini kita liat di Desa tidak tepat sasaran yang di salurkan melalui pemerintah Desa,
Ironisnya, di tiap tiap Desa itu sudah terbentuk sebuah UU Qanun / Reusam peraturan Desa, seperti adat istiadat yang berlaku, Reusam adalah suatu istilah bahasa Aceh,
Qanun sudah berjalan dengan baik ,Hukum yang berlaku cuma kepada orang orang kecil, ibaratkan kalau pisau itu tajam nya kebawah, seharusnya atas bawah ikut tajam,
Itu yang sebenar nya Qanun yang berjalan baru ada keadilan bagi masyarakat luas.
Tegak kan lah Hukum itu sesuai yang berlaku, jangan tumpul di atas tajam di bawah, pungkasnya,(Hen)





















