A1news.co.id|Aceh Singkil– Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Singkil sejak dini hari Minggu, 11 Agustus 2024, telah menyebabkan dampak signifikan terhadap infrastruktur di wilayah tersebut.
Curah hujan tinggi yang berlangsung selama beberapa hari terakhir membuat sejumlah daerah di Aceh Singkil terendam air, merusak jalan utama dan mengisolasi beberapa desa.
Salah satu dampak terbesar terjadi di Kecamatan Simpang Kanan, tepatnya di Desa Silatong, di mana jalan penghubung Singkil-Subulussalam terendam air sehingga tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Juga merendam ruas jalan evakuasi tsunami jalan di sebatang menuju arah ke kecamatan Gunung meriah.
Selain itu merendam lahan perumahan dan pertanian warga di kawasan Tran Das kecamatan Singkil mengakibatkan juga kebun sayuran warga terancam gagal panen
Kondisi ini mengakibatkan terputusnya akses transportasi di wilayah tersebut, memaksa warga untuk mencari jalur alternatif atau menunggu air surut.
Selain itu, di Kecamatan Gunung Meriah, Desa Cingkam juga mengalami kerusakan parah. Banjir tidak hanya merendam jalan antar desa, tetapi juga memutus akses sepenuhnya, sehingga menghambat mobilitas penduduk setempat.
Kondisi serupa terjadi di Desa Samardua, Kecamatan Kuta Baharu, di mana jalan utama desa juga terendam, meskipun air perlahan mulai surut.
Bencana ini juga berdampak pada fasilitas umum di daerah terdampak. Beberapa fasilitas umum dilaporkan terendam, meskipun belum ada laporan rinci mengenai tingkat kerusakan yang dialami.
Sejauh ini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa atau pengungsian massal. Namun, lebih dari 500 kepala keluarga (KK) dengan total 2.299 jiwa terdampak oleh banjir ini, tersebar di beberapa desa di Kecamatan Simpang Kanan, Gunung Meriah, Danau Paris, dan Kuta Baharu.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Aceh Singkil telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.
Mereka juga menurunkan perahu Polytelen untuk membantu mobilitas di area yang terendam parah.
Hingga saat ini, air di sebagian besar wilayah mulai surut, namun warga dan pihak berwenang tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan.
Cuaca di wilayah Aceh Singkil diperkirakan masih berawan hingga hujan sedang, dengan suhu sekitar 23°C dan kelembaban 93%.
Arah angin dari timur laut dengan kecepatan 5 km/jam juga berpotensi memperpanjang periode banjir jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Demikian laporan terkini mengenai dampak infrastruktur akibat banjir di Kabupaten Aceh Singkil.
Warga diimbau untuk tetap waspada dan memantau informasi dari BPBD serta pihak terkait untuk langkah-langkah selanjutnya. (Irfan)






















