A1news.co.id|Takengon– ILUNI UGP mengatakan permasalahan Gajah Putih sudah seharusnya di kembalikan Kepada Pemiliknya Yaitu Pemda sebagai Perpanjangan Lidah Masyarakat untuk Mendirikan Perguruan Tinggi di Aceh Tengah karena hanya pemda yang mampu menyelesaikan semua polemik yang terjadi dari tahun ketahun di Universitas Gajah Putih, Rabu 24 Januari 2024.
Melihat apa yang dilakukan Yayasan pada tanggal 23 januari 2024 kemarin sudah tepat, dengan memasukan unsur Pemda dalam Pembina Yayasan guna menjadi donatur, penasehat dan menjadi pengontrol di Universitas Gajah Putih.
Ini adalah harapan mahasiswa/i, dosen, alumni dan masyarakat bahwasanya semua berharap dengan masuknya Pemda dalam Pembina Yayasan Universitas Gajah Putih dapat menyelesaikan masalah yang ada di Universitas Gajah Putih,
Seperti legalitas ijazah ,sarana prasarana yang tak terawat, gaji dosen yang tidak di bayar , pelayanan yang tidak optimal dan proses belajar mengajar yang kadang terhenti akibat gaji dosen yang belum di bayar dan masih banyak masalah yang lain,
Memasukan Pemda dalam unsur Pembina Yayasan mampu mengontrol hal hal yang tidak di inginkan seperti dualisme yang terjadi di Yayasan dan rektorat,
Yang menimbulkan banyaknya gejolak yg terjadi di Universitas Gajah Putih sehingga berdampak pada layanan Universitas Gajah Putih yang terancam di tutup oleh LL2DIKTI siapa yang dirugikan pastinya para mahasiswa/I ,
Sehingga dengan adanya Pemda kita berharap bisa menjadi penengah dan pengambil keputusan dalam setiap permasalahan yang terjadi.
Ketidak kemampuan yayasan dalam menyelesaikan polemik yang terjadi dari tahun ketahun di Universitas Gajah Putih yg mengharuskan Pemda sebagai pemilik awal.
Masuk untuk menyelesaikan masalah karna di rasa hanya Pemda yang mampu menyelesaikan permasalah yang ada dan mampu mendorong Universitas Gajah Putih menjadi unversitas negeri.
Pada dasarnya Universitas Gajah Putih didirikan atas dasar harapan dan keinginan masyarakat Aceh Tengah dengan menunjuk 7 panitia pendiri yang yang sekaligus menjadi pembina Yayasan karna dianggap mampu menjadi donatur sehingga dapat mengembangkan dan memajukan Universitas Gajah Putih kedepannya,
7 panitia pendiri memiliki tujuan yang mulia, memiliki cita- cita seperti mencerdaskan generasi gayo yang tak mampu berkuliah di luar daerah karna terkendala dengan keuangan,
Para panitia Pendiri juga berharap dengan adanya Universitas Gajah Putih semoga dapat melahirkan generasi intelektual yang mampu menjadi pelopor perubahan bagi daerah nya sehingga dapat membuat perubahan bagi daerah dan mampu bersaing dengan putra daerah lain.
Jumardi S,inf selaku ketua iluni fakultas teknik informatika ini juga menegaskan jangan rusak cita cita para panitia Pendiri kita yang mulia,
Dengan cara ingin menguasai, meracuni dan juga mencampuri dengan cara mengontrol para Pendiri untuk membelah Universitas Gajah Putih demi kepentingan pribadi atau kelompok,
Karena ini sama saja dengan menghancurkan masa depan dan harapan generasi gayo yang berkuliah di Universitas Gajah Putih,
Jumardi juga mengajak mari bersama-sama kita mendorong agar universitas kebanggaan urang gayo ini untuk maju dan berkembang ke depannya.
Dengan cara menyatukan pendapat dan pemikiran dengan menepis semua ego serta perbedaan demi kemajuan UGP.
Ingat Universitas Gajah Putih itu milik rakyat Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues, bukan milik kelompok atau pribadi, dan sudah sepantasnya Universitas ini dikembalikan lagi kepada pemiliknya, Pungkasnya.(BA)






















