Tolak Tambang Tolak Kerusakan, Selamatkan Linge Dan Bintang

A1news.co.id|Takengon – Penolakan terhadap rencana aktivitas pertambangan oleh PT Linge Mineral Resource terus memanas.

 

Bagi Sahrial Rajab, mahasiswa asal Bintang sekaligus kader HIMA-ATE, ancaman tambang bukan hanya soal eksploitasi sumber daya alam, tetapi juga cerminan kegagalan pemerintah dalam menjaga ruang hidup rakyat.

 

Menurut Sahrial Rajab, pemerintah seharusnya berdiri di garis depan melindungi lingkungan dan kepentingan masyarakat, bukan justru membuka jalan bagi investasi yang berpotensi merusak tanah, hutan, dan sumber air yang menjadi penopang kehidupan warga Bintang dan Linge.

 

“Pemerintah jangan hanya datang membawa janji kesejahteraan, tetapi menutup mata terhadap ancaman kehancuran.

 

Apa arti pembangunan jika rakyat kehilangan tanah, air, dan masa depan? Negara seharusnya hadir untuk melindungi, bukan memberi ruang bagi kerusakan,” tegas Sahrial.

 

Ia mengkritik sikap pemerintah yang dinilai terlalu mudah memberikan ruang kepada perusahaan tambang tanpa memastikan keterbukaan informasi, kajian lingkungan yang ketat, serta persetujuan penuh dari masyarakat terdampak.

 

Menurutnya, pola seperti ini hanya memperlihatkan bahwa suara rakyat sering kali kalah oleh kepentingan modal.

 

Sahrial menegaskan bahwa jika pemerintah tetap memaksakan proyek tambang tanpa mendengar aspirasi masyarakat, maka pemerintah sedang mempertaruhkan keselamatan ekologis Aceh Tengah demi keuntungan jangka pendek.

 

“Jangan sampai pemerintah baru bergerak ketika hutan sudah gundul, sungai sudah tercemar, dan bencana datang silih berganti. Jika itu terjadi, maka pemerintah juga harus bertanggung jawab atas setiap kerusakan yang lahir dari kebijakan hari ini,” ujarnya.

 

Bagi Sahrial, kawasan Bintang dan Linge bukan ruang kosong untuk dieksploitasi. Wilayah itu adalah sumber kehidupan, identitas masyarakat, dan warisan bagi generasi mendatang.

 

Ia menilai bahwa membiarkan tambang masuk tanpa perlindungan ketat sama saja dengan menggadaikan masa depan rakyat.

 

Karena itu, Sahrial Rajab mendesak pemerintah daerah dan seluruh pemangku kebijakan di Aceh Tengah untuk menghentikan segala proses yang berkaitan dengan pertambangan, membuka ruang dialog secara transparan, dan menempatkan keselamatan lingkungan sebagai prioritas utama.

 

“Kalau pemerintah benar berpihak pada rakyat, dengarkan suara rakyat. Jangan jadikan Bintang dan Linge sebagai korban ambisi ekonomi. Kami menolak tambang, karena kami menolak kehancuran.”(*)

Kelangkaan Solar, Chairuddin Yusuf Siap Berdiskusi Dengan Gubernur Dan Walikota Cari Solusi

A1news.co.id|Palembang – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan, khususnya Kota Palembang, menuai berbagai tanggapan dari pelaku usaha transportasi.

 

Salah satunya datang dari Direktur Utama (CEO) PT Multi Ekspres Transindo, H. Chairuddin Yusuf, yang meminta pemerintah meninjau kembali kebijakan antrean bagi seluruh kendaraan berbahan bakar solar.

Saat ditemui di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Rabu (01/07), Chairuddin mengaku mendukung langkah pemerintah dalam mengawasi distribusi BBM bersubsidi.

 

Namun, ia menilai kebijakan tersebut perlu dibedakan berdasarkan jenis kendaraan agar tidak menghambat aktivitas distribusi barang.

Menurutnya, kendaraan penumpang maupun kendaraan niaga ringan seperti Triton, Fortuner diesel, L300, hingga Colt Diesel yang telah memiliki barcode seharusnya tidak diwajibkan mengikuti antrean panjang di SPBU.

“Kendaraan-kendaraan ini sudah memiliki barcode sehingga pengisian BBM dapat dipantau.

 

Dengan sistem barcode, kendaraan tidak bisa mengisi solar berulang kali di berbagai SPBU dalam waktu yang sama.

 

Karena itu, menurut saya tidak perlu disamakan dengan kendaraan besar yang memang membutuhkan pengawasan lebih ketat,” ujarnya.

Chairuddin menilai, antrean panjang justru berdampak langsung terhadap operasional perusahaan angkutan dan para sopir.

 

Ia mengungkapkan, armada distribusi miliknya harus mengantre hingga malam hari setelah seharian bekerja mengantarkan barang.

“Kebutuhan sopir kami membeli solar setiap hari. Kalau pagi sampai sore mereka bekerja mengantar barang, lalu malam masih harus mengantre berjam-jam, tentu akan memengaruhi pekerjaan mereka keesokan harinya,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan pengecualian bagi kendaraan niaga ringan yang telah terdaftar dalam sistem barcode, sementara pengaturan antrean dapat difokuskan kepada kendaraan berat seperti tronton dan fuso.

Selain menyampaikan kritik, Chairuddin juga menawarkan diri untuk berdiskusi langsung dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan maupun Pemerintah Kota Palembang guna mencari solusi terbaik terhadap persoalan distribusi solar.

“Saya siap berdiskusi dengan gubernur maupun wali kota. Saya ingin menyampaikan masukan berdasarkan pengalaman di dunia angkutan, sehingga kebijakan yang diambil tetap tepat sasaran tanpa menghambat aktivitas ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap evaluasi terhadap kebijakan antrean solar dapat menghasilkan solusi yang mampu menjaga pengawasan distribusi BBM bersubsidi sekaligus mendukung kelancaran sektor transportasi dan logistik yang menjadi urat nadi perekonomian di Sumatera Selatan.(*)

Ketua RTN Aceh Tengah Helmi Ucapkan Selamat HUT Bhayangkara Ke-80

A1news.co.id|Takengon – Ketua Rumah Tani Nusantara Kabupaten Aceh Tengah Helmi mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80 dengan Tema “Polri Untuk Masyarakat”

 

Helmi menyampaikan bahwa momentum peringatan HUT Bhayangkara ini dapat menjadi ajang untuk meningkatkan kolaborasi bersama Polri dalam membangun keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

 

Hari Ulang Tahun Bhayangkara Ke 80 bukan sekadar seremonial, momen ini menjadi pengingat pentingnya peran Polri dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan ketertiban masyarakat.

 

Helmi juga memberikan apresiasi setinggi – tinggi kepada jajaran Polres Aceh Tengah menjaga wilayah hukumnya yang sudah berjalan dengan baik dan lancar.

 

“Saya mengapresiasi kinerja jajaran kepolisian, khususnya di wilayah Aceh Tengah atas sinergitas yang telah terbangun selama ini.

 

Baik dalam pengamanan agenda pemerintahan, penanganan kamtibmas, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

 

Saya berharap kepolisian dalam menciptakan keamanan dan ketentraman masyarakat dapat semakin berkualitas, responsif, dan humanis, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,”Ucap Ketua Rumah Tani Nusantara Aceh Tengah Helmi.

Ketua PETA Aceh Tengah Ucapkan Selamat HUT Bhayangkara Ke-80, Sampaikan Apresiasi Hingga Harapan

A1news.co.id|Takengon – Ketua Aceh Tengah periode tahun 2026-2031 Helmi mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80, yang jatuh pada Rabu, 1 Juli 2026.

 

Helmi menyampaikan bahwa menilai HUT Bhayangkara bukan sekadar seremonial, momen ini menjadi pengingat pentingnya peran Polri dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan ketertiban masyarakat.

 

“Momentum peringatan HUT Bhayangkara ini dapat menjadi ajang untuk meningkatkan kolaborasi bersama antara Polri Dan Ormas atau LSM dalam membangun keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat,” ujar Helmi

 

Helmi juga memberikan apresiasi setinggi – tinggi kepada jajaran Polres Aceh Tengah menjaga wilayah hukumnya yang sudah berjalan dengan baik dan lancar.

“Saya mengapresiasi kinerja jajaran kepolisian, khususnya di wilayah Aceh Tengah atas sinergitas yang telah terbangun selama ini.

 

Baik dalam pengamanan agenda pemerintahan, penanganan kamtibmas, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujarnya.

 

Ketua PETA Aceh Tengah berharap ke depan kolaborasi antara Kepolisian bersama Ormas Ormas dapat semakin solid dan berkualitas. Sehingga rasa aman dan tentram benar-benar dirasakan warga sampai ke pelosok Kampung.

 

Saya berharap kepolisian dalam menciptakan keamanan dan ketentraman masyarakat dapat semakin berkualitas, responsif, dan humanis, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” harapnya.

 

Di usia Ke-80, Polri mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”. Tema ini terus bersinergi menciptakan daerah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi investasi serta pelayanan publik, Ucap Helmi.(*)

Ketua Syarikat Islam Ucapkan Selamat HUT Ke 80 Deli Serdang Dan APKASI Ke 26

A1news.co.id|Deli Serdang– Ketua Syarikat Islam Kabupaten Deli Serdang, Ust. H. Ahmad Farhan, S.Pd.I, menyampaikan ucapan selamat atas Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kabupaten Deli Serdang dan HUT ke-26 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang diperingati pada 1–3 Juli 2026 di Kabupaten Deli Serdang.

 

Dalam keterangannya, Ust H. Farhan menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Deli Serdang atas berbagai capaian pembangunan yang telah diraih selama delapan dekade.

Ia berharap momentum HUT ke-80 menjadi semangat baru untuk terus mewujudkan Deli Serdang yang Sehat, Cerdas, Religius, Sejahtera, dan berkelanjutan

Selain itu, ia juga menyatakan kebanggaannya karena Kabupaten Deli Serdang dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan HUT dan rangkaian kegiatan APKASI ke-26 Tahun 2026, yang dihadiri para kepala daerah dari berbagai kabupaten di Indonesia.

 

“Kami keluarga besar Syarikat Islam Kabupaten Deli Serdang mengucapkan selamat HUT ke-80 Kabupaten Deli Serdang dan HUT ke-26 APKASI. Kami bangga Deli Serdang dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan nasional ini.

Semoga seluruh rangkaian acara berjalan sukses serta memberikan manfaat bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujar H.Farhan.

 

Menurutnya, kepercayaan menjadi tuan rumah merupakan bentuk pengakuan atas kemampuan Kabupaten Deli Serdang dalam menyelenggarakan agenda berskala nasional.

Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan turut menjaga nama baik daerah dengan menciptakan suasana yang aman, tertib, dan Kondusif dalam Merayakan Semarak Hut Deli Serdang di Alun – Alun pemkab Deli

 

Rezeki Bintang selaku ketua PC Pemuda Muslim Deli Serdang menyerukan” agar Semua elemen termasuk kepemudaan Harus bisa menjaga, Meramaikan dan Menjadi tonggak cerminan Masyarakat Deli Serdang yang baik”

H. Farhan juga mengajak masyarakat menjadikan momentum HUT Kabupaten Deli Serdang dan HUT APKASI sebagai ajang mempererat ukhuwah, meningkatkan kolaborasi, serta memperkuat komitmen bersama dalam membangun deli serdang yang kita cintai.(RB)

Kantor Imigrasi Takengon Gelar Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional Ke-33

A1news.co.id|Takengon – Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Takengon melaksanakan Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026.

 

Upacara yang diikuti oleh seluruh pejabat struktural dan pegawai dengan mengenakan pakaian adat daerah/tradisional sebagai wujud penghormatan terhadap keberagaman budaya Indonesia.

 

Melalui amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, kegiatan ini menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi dalam membentuk generasi yang unggul, harmonis, dan berkarakter.

 

Selain itu, ditekankan pula pentingnya peran aktif orang tua dalam pengasuhan anak, perencanaan keluarga yang berkualitas, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak.

 

Momentum Hari Keluarga Nasional ke-33 menjadi pengingat bagi seluruh insan untuk terus memperkuat nilai-nilai keluarga sebagai pondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.(*)

Bupati Aceh Singkil Sambut Kepulangan 91 Jamaah Haji, Harapkan Kuota Haji Ditambah

A1news.co.id|Aceh Singkil – Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, SH, menyambut kepulangan 91 jamaah haji asal Kabupaten Aceh Singkil di Masjid Agung Nurul Makmur, Kampung Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, Senin (29/6/2026).

Seluruh jamaah yang tergabung dalam Kloter 12 Embarkasi Aceh tiba di daerah dalam keadaan sehat dan lengkap setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Kepulangan seluruh jamaah disambut penuh rasa syukur oleh pemerintah daerah, keluarga, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Safriadi Oyon mengungkapkan rasa syukur karena seluruh jamaah kembali ke Aceh Singkil tanpa ada kekurangan. Ia berharap para jamaah memperoleh predikat haji mabrur dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, seluruh jamaah haji asal Kabupaten Aceh Singkil yang berangkat sebanyak 91 orang telah kembali dengan jumlah yang sama. Semoga seluruh jamaah memperoleh predikat haji yang mabrur serta membawa keberkahan bagi keluarga dan daerah,” ujarnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Singkil, tenaga kesehatan, aparat keamanan, dan seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari proses pemberangkatan hingga pemulangan jamaah.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pada kesempatan itu, Safriadi Oyon berharap pemerintah pusat dapat menambah kuota haji bagi Kabupaten Aceh Singkil. Menurutnya, tingginya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji belum sebanding dengan kuota yang tersedia sehingga masa tunggu keberangkatan masih cukup panjang.

“Kami berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan penambahan kuota haji bagi Kabupaten Aceh Singkil agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan menunaikan ibadah haji dan masa tunggu keberangkatan dapat berkurang,” katanya.

Selain itu, Bupati mengajak para jamaah untuk menjaga kemabruran haji melalui peningkatan ibadah, akhlak yang baik, serta menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama dan instansi terkait untuk meningkatkan pelayanan kepada calon jamaah haji pada tahun-tahun mendatang.

Acara penyambutan turut dihadiri Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Kabupaten Aceh Singkil H. Roesman Hasmy, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Singkil H. Azhar, S.Ag., M.A., unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta keluarga jamaah haji.

Penyambutan ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas kepulangan seluruh jamaah haji dalam keadaan sehat dan selamat. (EW)

Musda PETA Aceh Tengah, Tagore Abu Bakar Angkat Helmi Sebagai Ketua

A1news.co.id|Takengon- Ketua Pembela Tanah Air (PETA) Provinsi Aceh, Ir. H. Tagore Abu Bakar (Tagore AB), secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) IV PETA Kabupaten Aceh Tengah di Gedung Olah Seni (GOS) Takengon, Senin (29/6/2026).

 

Musda yang mengusung agenda utama pemilihan kepengurusan PETA Aceh Tengah periode 2026–2031 tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan peran PETA dalam mendukung pembangunan daerah, menjaga persatuan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.

 

Pembukaan Musda dihadiri Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan yang mewakili Bupati Aceh Tengah, Penasehat PETA Aceh Ir. Syukur Kobat, Panglima PETA Aceh Said, anggota DPRK Aceh Tengah H. Hasbullah dan Syukri, unsur Forkopimda yang diwakili Polres Aceh Tengah, Kodim 0106/Aceh Tengah, Kejaksaan Negeri Takengon, Badan Kesbangpol Aceh Tengah, KNPI, Karang Taruna, Komisaris Rumah Tani Aceh Tengah dan Bener Meriah, jajaran pengurus PETA, peserta Musda dari 14 kecamatan se-Aceh Tengah, serta para tamu undangan lainnya.

 

Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan dalam sambutannya menyampaikan bahwa PETA merupakan salah satu mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan.

 

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah membuka ruang bagi pengembangan pertambangan rakyat sepanjang memenuhi ketentuan hukum yang berlaku, termasuk melalui penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan penerbitan perizinan sesuai mekanisme yang berlaku.

 

Selain itu, pemerintah daerah juga terus mengoptimalkan potensi ekonomi daerah, salah satunya melalui pengelolaan komoditas getah pinus oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

 

“Melalui Musda ini kami berharap PETA Aceh Tengah semakin solid, menjaga persatuan, serta terus bersinergi dengan pemerintah demi kemajuan daerah,” kata Muchsin.

 

Penasehat PETA Provinsi Aceh Ir. Syukur Kobat memaparkan sejarah berdirinya PETA yang berawal dari inisiatif masyarakat Aceh Tengah pada masa konflik.

 

Organisasi tersebut kemudian berkembang melalui koordinasi dengan pemerintah, TNI, dan Polri hingga menjadi organisasi tingkat Provinsi Aceh.

 

Ia menegaskan bahwa PETA harus terus menjaga persatuan, mempererat silaturahmi antar anggota, serta menghindari perpecahan.

 

Selain itu, ia mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pembentukan koperasi serta percepatan penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Dalam sambutannya, Ketua PETA Provinsi Aceh Tagore AB menegaskan komitmen organisasi untuk tetap berlandaskan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

Ia mengajak seluruh anggota PETA terus menjaga persatuan tanpa membedakan suku, ras, maupun latar belakang budaya, sekaligus menghormati kearifan lokal, khususnya budaya Gayo.

 

PETA harus menjadi perekat persatuan dan terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pemerintah dalam menjaga stabilitas daerah,” ujarnya.

 

Tagore juga menyoroti pentingnya tata kelola sektor pertambangan yang adil, legal, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

 

Menurutnya, kepastian hukum dalam pengelolaan sumber daya alam merupakan kunci untuk menciptakan kesejahteraan sekaligus mencegah konflik.

 

Pada kesempatan tersebut, Bupati Bener Meriah itu juga menyampaikan komitmennya untuk memberikan bantuan masing-masing sebesar Rp100 juta kepada PETA Aceh Tengah dan PETA Bener Meriah sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan organisasi dan pelaksanaan kegiatan kemasyarakatan.

 

Ia mengungkapkan bahwa PETA memiliki sejarah panjang dalam membantu masyarakat, khususnya pada masa konflik Aceh, melalui pengamanan fasilitas umum dan perlindungan terhadap warga.

 

Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi modal penting bagi organisasi untuk terus berkontribusi secara positif dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan mendukung pembangunan daerah.

 

Mengakhiri sambutannya, Tagore secara resmi membuka Musyawarah Daerah IV PETA Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2026.

 

Ia berharap forum tersebut mampu melahirkan kepengurusan yang solid, profesional, serta mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.(*)

 

 

 

IDH, FKL Dan BYTRA Bantu Salurkan 1.800 Bibit Di Kecamatan Langkahan 

A1news.co.id|Aceh Utara – Bina Rakyat Sejahtera (BYTRA) Aceh menyalurkan sebanyak 1.800 bibit kelapa sawit kepada petani terdampak bencana di Gampong Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (27/6/2026).

 

Direktur BYTRA Aceh, Muhadi, melalui Program Manager BYTRA, Rahmad, mengatakan bahwa distribusi bibit sawit tersebut didukungan oleh Inisiatif Dagang Hijau (IDH) dan Forum Konservasi Leuser (FKL).

 

Rahmad menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya rehabilitasi lahan perkebunan sawit milik petani yang sebelumnya rusak akibat bencana untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.

 

“Program ini merupakan kegiatan lanjutan setelah sebelumnya kami juga memberikan dukungan pembersihan kebun bagi sekitar 300 petani terdampak,” kata Rahmad.

 

Dikatakan Rahmad, sebanyak 70 lebih petani menerima bantuan bibit setelah melalui proses verifikasi oleh tim lapangan guna memastikan lahan sawit mereka benar-benar mengalami kerusakan akibat bencana.

 

Para penerima bantuan juga dipastikan telah menyiapkan lahan dan membuat lubang tanam di sekitar pohon sawit yang rusak, sehingga bibit yang diterima dapat segera ditanam.

 

“Jadi, tidak mengganti komoditas perkebunan lain seperti pinang dan kakao menjadi sawit. Tapi lahan sawit sebelumnya rusak akibat bencana yang dibantu,” jelas Rahmad.

 

Selain diberikan kepada petani secara individu, sebagian bibit juga dialokasikan untuk kepentingan umum, seperti kebun milik masjid, balai pengajian, dan fasilitas umum lainnya.

 

“Bibit yang didistribusikan merupakan bibit unggul bersertifikat jenis Tenera sehingga diharapkan dapat memberikan hasil yang baik bagi masyarakat di masa mendatang,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, pendistribusian bibit dilakukan dengan sistem pengantaran langsung ke tiga titik yang telah ditentukan, yakni satu titik di Dusun Pateng dan dua titik di Dusun Teungeh.

 

Selanjutnya, pemerintah gampong bersama perangkat terkait mendistribusikan bibit kepada masing-masing petani penerima manfaat.

 

“Setelah bibit tiba di lokasi, pihak desa membantu pembagian kepada para petani untuk kemudian langsung ditanam pada lubang yang telah disiapkan sebelumnya,” jelas Rahmad.

 

Rahmad berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta menjadi salah satu langkah pemulihan ekonomi warga yang terdampak bencana.

 

“Harapan kami, bantuan ini tidak hanya membantu pemulihan lahan perkebunan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang perekonomian masyarakat di masa yang akan datang,” katanya.

 

Sementara itu, salah seorang penerima bantuan, Muktar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada IDH, FKL, dan BYTRA Aceh atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat Buket Linteung.

 

“Program ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, terutama bagi warga yang kehilangan sumber penghasilan akibat kerusakan lahan perkebunan pascabencana,” ungkapnya.

 

Muktar menilai bantuan tersebut memberikan harapan bagi masyarakat untuk kembali membangun sumber mata pencaharian mereka.

 

Meski belum dapat menjangkau seluruh warga terdampak, ia mengapresiasi proses penyaluran yang dilakukan berdasarkan hasil verifikasi dan kondisi kebutuhan di lapangan.

 

“Memang bantuan ini belum bisa menjangkau semua warga yang terdampak, tetapi kami bersyukur karena program ini sudah membantu sebagian masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

 

Semoga ke depan ada program lanjutan sehingga lebih banyak warga yang dapat merasakan manfaatnya,” pungkas Muktar.(*)

Peringati Harganas Ke-33, Rutan Takengon Gelar Upacara “Ayah Wajib Hadir”

A1news.co.id|Takengon – Rutan Kelas IIB Takengon menggelar Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-33 Tahun 2026 di Lapangan Blok Hunian rutan setempat.

 

Upacara ini dilaksanakan dengan penuh khidmat sebagai bentuk komitmen jajaran pemasyarakatan dalam mendukung program ketahanan keluarga nasional.

 

Mengusung tema utama “Ayah Wajib Hadir”, peringatan tahun ini memberikan penekanan kuat pada pentingnya peran aktif, keterlibatan, serta komitmen nyata seorang ayah dalam pengasuhan dan pembentukan karakter anak di dalam keluarga.

 

Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Rutan Takengon, Rusli, memimpin langsung jalannya kegiatan yang berlangsung tertib dan kondusif. Upacara ini diikuti secara tertib oleh seluruh jajaran pejabat struktural, staf pegawai, serta warga binaan pemasyarakatan.

 

Kehadiran seluruh elemen rutan dalam kesatuan barisan upacara mencerminkan kebersamaan dan kesamaan visi dalam meresapi esensi penting dari peringatan Hari Keluarga Nasional tersebut.

 

Dalam amanat yang dibacakannya, Kepala Rutan Takengon menyampaikan poin penting mengenai esensi tema “Ayah Wajib Hadir” bagi ketahanan bangsa.

 

Melalui naskah pusat tersebut, ditegaskan bahwa kehadiran figur ayah secara utuh—baik fisik maupun psikologis merupakan fondasi krusial dalam menciptakan generasi emas yang berkualitas.

 

Seluruh peserta upacara diajak untuk menyadari bahwa keharmonisan dan keterlibatan aktif kedua orang tua di dalam rumah tangga adalah kunci utama dalam mencegah berbagai isu sosial di masyarakat.

 

Kegiatan upacara peringatan Harganas Ke-33 di Lapangan Blok Hunian Rutan Takengon ini berjalan dengan aman, lancar, dan ditutup dengan doa bersama.

 

Secara keseluruhan, pelaksanaan upacara ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan juga sarana penguatan nilai-nilai kebangsaan yang dimulai dari unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga.(*)