A1news.co.id|Blangkejeren- Eks kombatan GAM, Hendri Sagoe, yang juga merupakan Alumni Mahasiswa Universitas Syiah Kuala, mengajak seluruh mahasiswa di Aceh untuk menjaga dan menguatkan implementasi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).
Serta butir-butir Memorandum of Understanding (MOU) Helsinki yang menjadi landasan perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Republik Indonesia.Jum’at(23/05/2025).
Hendri Sagoe meyakini bahwa dukungan dari mahasiswa sangat vital dalam memastikan kelangsungan pemerintahan Aceh di bawah kepemimpinan Mualim saat ini.
Hendri Sagoe berpesan kepada putra-putri Aceh dan seluruh elemen masyarakat untuk mendukung implementasi kesepakatan damai antara RI dan GAM.
Menurutnya, menjaga perdamaian sesuai dengan kesepakatan yang telah dicapai adalah kunci menuju Aceh yang aman, damai, makmur, dan sejahtera.
Peran mahasiswa di Aceh sangat penting dalam memastikan generasi mendatang memahami dengan baik tentang keistimewaan dan kekhususan Aceh, serta memahami isi kesepakatan perdamaian antara RI dan GAM.
Dengan pemahaman yang kuat terhadap sejarah kesepakatan damai, diharapkan generasi mendatang dapat melanjutkan upaya menjaga perdamaian dan kestabilan di Aceh.
Keterlibatan mahasiswa dalam memperkuat implementasi UUPA dan MOU Helsinki juga dapat dijadikan sebagai wujud kontribusi aktif dari kalangan akademisi dalam menjaga dan merawat perdamaian di Aceh.
Dengan pengetahuan yang mendalam tentang sejarah perjuangan dan kesepakatan damai di Aceh, mahasiswa memiliki peran strategis untuk turut serta membangun Aceh yang lebih baik di masa depan.
Tegas Hendri Sagoe ketika ditemui di sebuah warung kopi, tempat ia sering singgah untuk menikmati kopi gayo.(SH)






















