A1news.co.id|Subulussalam – Masyarakat kemukiman Penanggalan dan sekitarnya mengadakan acara sukuran makan nasi peleng sebagai retual adat bentuk penyemangat untuk mempertahankan hak-hak lahan mereka yang telah diserobot oleh PT. Laot Bangko.
Acara makan bersama dan ritual ini dihadiri oleh tokoh Kecamatan Penanggalan, Denni Bacin.
Makanan tradisional Suku Pakpak, Denni Bacin menjelaskan bahwa makan nasi peleng bukanlah sebuah keanehan.
Melainkan makanan khas dan retual adat Suku Pakpak yang biasanya disajikan pada acara-acara besar dan kecil.
Ritual makan peleng ini memiliki makna yang dalam bagi masyarakat setempat.
Mempertahankan hak lahan masyarakat Penuntungan dan sekitarnya bertekad untuk mempertahankan hak-hak lahan mereka yang telah dimiliki sejak zaman nenek moyang mereka sebelum adanya PT. Laot Bangko.
Acara sukuran makan nasi peleng sebagai retual adat, ini menjadi simbol semangat dan kesatuan masyarakat dalam memperjuangkan hak-hak mereka.
Informasi ini diperoleh dari laporan tentang acara sukuran makan nasi peleng yang diadakan oleh masyarakat kemukiman Penanggalan dan sekitarnya untuk mempertahankan hak-hak lahan mereka.(Ramona)






















