A1news.co.id|Takengon– Diduga banyaknya pekerjaan fiktif yang menggunakan dana desa anggaran tahun 2023 di Kampung Pedemun Kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah.
Seorang nara sumber yang tidak mau disebut namanya menjelaskan bahwa banyak penyimpangan dana desa kampung Pedemun tahun 2023 dan ada beberapa item pekerjaan yang menggunakan dana desa tidak di kerjakan.
Seperti : 1. Pembangunan rabat beton areal permukiman, 2. Tower air meunasah, 3. Sosialisasi anti narkoba, 4. Pendaftaran kemenkumham BUMK tidak jelas, 5. Pelatihan adat istiadat dan beserta anggarannya :
1.Tower meunasah Rp. 18.574.000
2. Sosialisasi narkoba Rp.4.000.000
3. Pendaftaran BUMK Rp.3.000.000
4. Pelatihan adat istiadat Rp.7.000.000.
5. Rabat beton Rp.13.000.000.
Menurutnya, bahwa uang tersebut sudah tarik dari rekening dana desa dan sekarang uang tersebut berada di rekening pribadi Reje Kampung Pedemun.
Pihak media pun mencoba melakukan konfirmasi kepada Reje Kampung Pedemun Armita terkait dugaan pekerjaan fiktif tersebut,
Armita menjelaskan “bahwa terkait tower menasah dan rabat beton, ongkos terlalu murah, jadi masyarakat tidak ada yang mau,”Ungkapnya.
“Pelatihan adat istiadat memang belum kita laksanakan karna sewaktu melaksanakan ada musibah yang memang menimpa saya dan keluarga”, Tambahnya.
“Pendaftaran BUMK masih dalam proses Pendaftaran badan hukum BUMK masih dalam proses penyusunan AD/ Art dan program kerja”.
Pada mediasi ini reje menjelaskan bahwa dana di atas sudah di tarik dan alihkan dan di masukan ke rekening pribadi” jadi belum ada pelaporan tentang silfa, Tambahnya.
Kegiatan sosialisasi bahaya narkoba baru saja di realisasikan padah hari ini dengan mengundang beberapa pakar dan di hadiri oleh bapak camat setempat, bhabinkamtibmas, dan masyarakat setempat.
Jadi pekerjaan yang sempat tertunda ini akan di kerjakan dalam di tahun 2024 ini walau kegiatan tersebut di anggarkan di tahun 2023 lalu, Tutupnya.(tim)






















