A1news.co.id | RIAU || Bhabinkamtibmas Desa Sotol, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Aiptu SM. Manalu, melaksanakan kegiatan sambang warga atau Door to Door System (DDS) dalam rangka menjalin silaturahmi dan menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat, Selasa, 23 September 2025.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.45 WIB ini merupakan bagian dari upaya preemtif Polri untuk memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat serta membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Dalam pertemuan langsung dengan warga Desa Sotol, Aiptu Manalu menyampaikan sejumlah imbauan penting yang menyasar isu-isu sosial yang saat ini menjadi perhatian, mulai dari bahaya narkoba hingga larangan membakar lahan.
“Warga kami himbau agar menjauhi narkoba karena selain merusak kesehatan, juga menghancurkan masa depan keluarga,” ujar Aiptu Manalu.
Selain itu, ia juga meminta orang tua agar tidak memfasilitasi anak-anak mereka dengan sepeda motor jika belum cukup umur atau belum memiliki SIM. “Ini penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas dan balap liar yang membahayakan,” tambahnya.
Dalam konteks pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), warga pemilik lahan dan kebun juga diingatkan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Hal ini sejalan dengan maklumat Kapolda Riau yang melarang pembakaran lahan dalam bentuk apa pun.
Bhabinkamtibmas juga mengajak warga agar bijak dalam bermedia sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. “Warga harus hati-hati terhadap hoaks. Jangan mudah percaya dan ikut menyebarkan,” katanya.
Tak hanya itu, himbauan juga disampaikan terkait bahaya perjudian, baik daring maupun konvensional. Ia mengajak warga untuk menolak segala bentuk praktik perjudian yang merusak tatanan sosial.
Aiptu Manalu juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam mengawasi pergaulan anak-anak agar terhindar dari pengaruh negatif.
Kapolsek Langgam Ipda Jerri Paulus Sinaga, S.H menyampaikan, bahwa kegiatan DDS ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. “Bhabinkamtibmas adalah ujung tombak Polri di tengah masyarakat. Dengan kedekatan ini, potensi gangguan kamtibmas bisa dicegah sejak dini,” ujarnya.






















