A1news.co.id|Medan – Kabar menggembirakan datang dari kalangan pendidikan dayah Aceh. Praktisi Dayah Aceh Raih Predikat Cumlaude pada Wisuda S3 UINSU, Selasa (18/11/2025).
Prestasi itu menambah daftar kebanggaan bagi dunia dayah Aceh. Sebab, Ustadz Andika dikenal bukan hanya sebagai akademisi, tetapi sosok yang telah lama berperan langsung dalam penguatan pendidikan pesantren dan pengasuhan santri.
Lulusan doktoral bidang Pendidikan Islam itu menamatkan studinya melalui penelitian terkait transformasi pendidikan karakter di lembaga dayah.
Dalam penelitiannya, ia merumuskan nilai-nilai dasar Pendidikan Dayah (Qanun Aceh No. 9 Tahun 2018) ke dalam konsep pembinaan santri berbasis kepramukaan terpadu, kemudian menyusunnya menjadi produk digital aplikatif yang dapat digunakan dayah sebagai instrumen pembinaan.
Ustadz Andika saat ini memimpin Pondok Pesantren Darur Rasyid Aceh Singkil, salah satu pesantren yang berkembang pesat dengan sistem terpadu menggabungkan khazanah keilmuan Islam, kurikulum sekolah formal dan program pembinaan karakter santri.
Di bawah kepemimpinannya, pesantren Darur Rasyid meraih Akreditas A dari Badan Akreditasi Dayah Aceh (BADA) dan menampung ratusan santri dari berbagai daerah asal di Aceh dan Sumatera Utara
Sosok Ustadz Andika dikenal aktif melahirkan inovasi pembelajaran, memperkuat tata kelola pendidikan, serta membuka akses pengembangan bagi santri di bidang akademik dan sosial masyarakat. Sehingga menjadikan nama Pesantren Darur Rasyid yang dipimpinnya semakin dikenal
Selain memimpin pesantren, ia juga berkiprah sebagai akademisi di perguruan tinggi, di Aceh Singkil dan Kota Subulussalam
Sebagai akademisi ia selalu menyuarakan perhatiannya pada pengembangan dayah, termasuk peningkatan kapasitas guru dan integrasi teknologi dalam pembelajaran. Gagasannya banyak mematik perhatian oleh praktisi Dayah terpadu di Aceh.
Atas capaian ini, Pengurus Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh menyampaikan apresiasi dan kebanggaan.
Ketua ISAD Aceh, Tgk.Mustafa Woyla, S.Pd menilai hadirnya doktor muda dari kalangan praktisi dayah akan memperkuat arah pengembangan dayah di Aceh, terutama dalam menjawab tantangan pendidikan Islam modern.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa kader dayah mampu tampil sebagai pemikir dan inovator. Kami di ISAD Aceh menyampaikan selamat sekaligus apresiasi yang tinggi. Semoga Ustadz Andika dapat terus mendorong transformasi pendidikan dayah agar semakin maju dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar ketua ISAD Aceh
Dengan diraihnya gelar doktor ini, Ustadz Andika diharapkan semakin memperkuat kiprahnya sebagai tokoh muda yang membaktikan diri untuk membangun dayah, memberdayakan santri, dan mengembangkan tata kelola pendidikan Islam di kawasan perbatasan Aceh Singkil. Prestasinya menjadi inspirasi baru bagi para praktisi dayah di seluruh Aceh. (EW)






















