A1news.co.id|Aceh Utara – Di tengah suasana pasca banjir yang masih menyelimuti Aceh Utara, Kecamatan Tanah Luas menggelar acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Geusyik untuk sejumlah Gampong.
Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam regenerasi kepemimpinan di tingkat desa, sekaligus menjadi oase harapan di tengah tantangan berat yang dihadapi masyarakat.
Camat Kecamatan Tanah Luas, Bakhtiar SE, secara resmi melantik Geusyik Gampong Alue Gampong, Geusyik Gampong Punti SB, Geusyik Gampong Punti PA, Geusyik Gampong Leuhong, Geusyik Gampong Alue Pangkat, Geusyik Gampong Blang Bidok, serta Penjabat (PJ) Geusyik Gampong Rayeuk Naleung.
Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh Kapolsek Tanah Luas IPDA Marzuki, SH.CPM., Ketua Forum Geusyik Tanah Luas Al – Halim, perwakilan Danramil Tanah Luas Kapten BL Purba, Kepala KUA Kecamatan Tanah Luas Muhammad Sofyan SHi, serta para Imum Mukim. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan sinergitas yang kuat dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik di tingkat desa.
Dalam sambutannya, Camat Bakhtiar SE menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada para mantan Geusyik atas dedikasi dan pengabdian mereka selama masa jabatan. Beliau juga mengajak para Geusyik yang baru dilantik untuk melanjutkan estafet kepemimpinan dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para Geusyik terdahulu yang telah memberikan kontribusi positif bagi kemajuan desa”.
Lanjut Bakhtiar. Di tengah duka yang mendalam akibat musibah banjir yang melanda Aceh dan Sumatera, saya mengajak seluruh elemen masyarakat, tanpa terkecuali, untuk merapatkan barisan dan menunjukkan solidaritas kemanusiaan yang sejati.
Mari kita ulurkan tangan kepada saudara-saudara kita yang masih terisolir dan membutuhkan uluran tangan kita. Bencana ini adalah ujian bagi kita semua, ujian tentang seberapa besar rasa empati dan kepedulian kita terhadap sesama.
Jangan biarkan perbedaan pandangan atau kepentingan pribadi menghalangi kita untuk bersatu dalam aksi nyata. Mari kita tinggalkan ego sektoral dan fokus pada tujuan mulia, yaitu membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang berjuang untuk bangkit dari keterpurukan.
Saya yakin, dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, kita mampu melewati masa sulit ini dan membangun kembali Aceh yang lebih kuat dan tangguh. Mari kita jadikan musibah ini sebagai momentum untuk mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga lingkungan dan membangun sistem mitigasi bencana yang lebih baik.
Uluran tangan kita hari ini adalah investasi untuk masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus. Mari kita buktikan bahwa Aceh adalah tanah rencong yang tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga kaya akan nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas.” Tutupnya.(RF)






















