A1news.co.id|Banda Aceh – Aktivis muda Aceh, Agung Hidayatullah, melayangkan kritik pedas terhadap pengalokasian anggaran rehabilitasi rumah dinas Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang mencapai Rp4,7 miliar dalam APBA 2025.
Proyek ini dinilai sebagai tindakan Serajahnomics yang tidak beradab dan menunjukkan matinya empati para elit politik terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang kian terjepit.
Agung menegaskan bahwa penganggaran miliaran rupiah hanya untuk renovasi satu unit hunian pejabat adalah potret nyata ketidakadilan distribusi anggaran di Aceh.
Saat ini, Aceh masih bergelut dengan predikat provinsi termiskin di Sumatera, namun pimpinan dewan justru lebih mendahulukan kenyamanan pribadi daripada kepentingan publik.
“Sangat tidak elok dan memalukan. Di saat ribuan rumah tangga di pelosok Aceh masih menempati rumah tidak layak huni dan angka pengangguran terus membayangi, DPRA justru mempertontonkan syahwat kemewahan melalui anggaran rehab rumah dinas yang fantastis ini.
Ini bukan sekadar pemborosan, tapi pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat,” ujar Agung dalam pernyataan tertulisnya, Minggu (01/02).
Lebih lanjut, Agung menyoroti bahwa urgensi dari proyek tersebut patut dipertanyakan. Menurutnya, publik perlu tahu kerusakan seperti apa yang mengharuskan negara mengeluarkan dana hampir 5 miliar rupiah.
Ia mencurigai adanya pemaksaan urgensi demi penyerapan anggaran yang tidak tepat sasaran.
“Dana Otsus kita terus berkurang, fiskal kita sedang tidak sehat. Seharusnya setiap rupiah digunakan untuk stimulus ekonomi rakyat, bukan untuk memoles tembok kekuasaan.
Saya menantang Ketua DPRA untuk berjiwa besar membatalkan anggaran ini dan mengalihkannya untuk beasiswa mahasiswa atau renovasi rumah kaum dhuafa,” tambahnya.
Agung menutup pernyataannya dengan peringatan bahwa jika pemerintah dan legislatif terus abai terhadap rasa keadilan sosial, maka mosi tidak percaya dari masyarakat akan semakin meluas.
Ia berkomitmen akan terus mengawal isu ini hingga ada transparansi dan rasionalisasi anggaran yang berpihak pada rakyat kecil.(*)






















