A1news.co.id|Takengon – Pelataran Masjid Markaz Dakwah Al-Ghuroba Takengon dipenuhi ratusan jamaah pada Ahad, 15 Februari 2026.
Masyarakat dari berbagai penjuru Aceh Tengah antusias memadati area masjid hingga meluber ke halaman untuk mengikuti puncak rangkaian Tarhib Ramadhan dalam balutan Tabligh Akbar.
Mengusung tema “Sambut Ramadhan dengan Ilmu”, kegiatan ini menjadikan Ustadz Sayuti Ambia sebagai pemateri.
Dalam tausiyahnya, beliau menekankan bahwa puasa tanpa ilmu hanya akan membuahkan lapar dan dahaga.
Beliau mengajak jamaah untuk membekali diri dengan pemahaman fiqih serta kesucian hati agar Ramadhan tahun ini menjadi yang terbaik.
Suasana berlangsung sangat khidmat, di mana para jamaah tampak terpaku menyimak setiap materi yang disampaikan.
Puncak pengumuman lomba Tarhib memuncak saat acara Tabligh Akbar ditutup dengan sesi yang ditunggu-tunggu, yakni pengumuman pemenang dan pembagian hadiah lomba Tarhib Ramadhan yang telah dilaksanakan sejak tanggal 12 Februari.
Rasa haru menyelimuti pelataran masjid saat para santri dari Madratul Qur’an menerima penghargaan Lomba Tahfidz.
Selain itu, para jawara Lomba Memanah juga menerima apresiasi atas ketangkasan mereka dalam menghidupkan olahraga sunnah tersebut.
Kemeriahan akhir: Memasak Akhir Zaman & Futsal, setelah sesi pembagian hadiah selesai, kemeriahan berlanjut dengan agenda yang menjadi ikon unik Markaz Al-Ghuroba, yakni Lomba Memasak Akhir Zaman.
Para peserta menunjukkan kebolehan dalam meracik menu kreatif berbasis ketahanan pangan dan kesederhanaan.
Di sisi lain, suasana sportivitas juga menyelimuti area olahraga dengan digelarnya Turnamen Futsal. Pertandingan ini menjadi penutup yang energetik, memperkuat ikatan persaudaraan antar asatidzah dan para santri.
“Alhamdulillah, puncak acara pada 15 Februari ini berjalan sukses. Kita memulai dengan thalabul ilmi agar ibadah kita berkualitas, lalu menyemarakkan dengan ukhuwah melalui lomba-lomba yang meriah,” ungkap salah satu asatidzah Markaz Dakwah Al-Ghuroba.
Dengan berakhirnya rangkaian acara ini, diharapkan masyarakat Aceh Tengah telah siap secara mental, ilmu, dan fisik untuk memasuki gerbang bulan suci Ramadhan 1447 H.(*)













