A1news.co.id|Takengon – Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, M.SP, berkesempatan menjadi khatib pada Masjid Darurat Babul Ulum, Desa Atu Singkih Kecamatan Rusip Antara, Jumat, 16/01/26.
Pada bangunan yang berukuran 16 x 18 meter ini masyarakat melaksanakan kegiatan shalat sehari-hari dan juga ibadah Shalat Jumat pada hari tersebut.
Membuka khutbah Jumat, Muchsin mengajak seluruh jamaah untuk selalu mengingat kebesaran Allah SWT dan bershalawat kepada Nabi Besar Muhammad SAW.
“Dari masjid darurat Masjid Darurat Babul Ulum ini, perkenankan kami untuk mengajak para jamaah untuk melantunkan rasa syukur kepada Allah swt, dan shalawat beserta salam kepada baginda besar Nabi Muhammad saw” buka Muchsin dalam kesempatan khutbahnya.
Dalam Kesempatan Tersebut Muchsin mengingatkan kembali kepada para jamaah untuk bersabar dalam menghadapi musibah banjir dan tanah longsor yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Aceh Tengah.
Safarudin selaku Imam Masjid Babbul Ulum mengatakan bahwa pembangunan masjid darurat tersebut dibantu oleh relawan dari Jawa Barat, Masjid Sejuta Pemuda, serta relawannlainnya dan masyarakat sekitar.
“Pembangunan masjid darurat ini dibantu oleh Relawan Masjid Sejuta Pemuda dan relawan lainnya serta masyarakat sekitar. Nantinya akan ada masjid permanen yang akan didirikan di samping masjid darurat ini” ucap Safarudin.
Selanjutnya, Muchsin memberikan arahan bahwa nantinya Dinas Perkim untuk memfasilitasi gambaran masjid permanen yang akan dibangun di samping masjid darurat.
“Kita akan arahkan staf Dinas Perkim untuk membantu menggambar brntuk dari masjid permanen pengganti masjid darurat ini. Kita juga usahakan bantuan lainnya untuk mempercepat prmbangunan masjid permanen” ucap Muchsin menjawab pernyataan Imam Masjid Babbul Ulum.
Semula, Masjid Babbul Ulum berdiri sangat megah di samping sungai tidak jauh dari lokasi masjid darurat. Pada saat banjir melanda, pondasi masjid tersebut tergerus oleh air sehingga membahayakan aktifitas ibadah.
Muchsin juga mengingatkan bahwa pelajaran yang dapat diambil dari adanya musibah kali ini adalah kekompakan masyarakat Atu Singkih yang tercermin ketika masyarakatnya rela menghibahkan tanah untuk keperluan masjid darurat.
“Masjid darurat yang sedang kita laksanakan ibadah Shalat Jumat kali ini merupakan gambaran betapa kompaknya masyarakat Atu Singkih di tengah bencana alam, hal ini juga merupakan anugerah dari Allah SWT yang perlu kita syukuri” tegas Muchsin.
Dengan beratapkan seng tanpa plafon serta berdindingkan triplek sederhana, masyarakat Kampung Atu Singkih tetap khusyuk melaksanakan ibadah Shalat Jumat.
Di akhir khutbah Muchsin berpesan bahwa Allah SWT sedang menguji keimanan kita dengan mengurangi sebagian apa yang diberikannya pada kita.
“Hal ini merupakan bagian dari cobaan dari Allah SWT, tetap tabah dalam menghadapi musibah. Mana kala orang-orang yang bersabar terkena musibah, maka janji Allah SWT lebih indah ketika kita bersabar” pesan Muchsin menutup khutbah Jumat di hari itu. (*)






















