A1news.co.id|Aceh Singkil– Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Kuta Baharu – Desa Rimo putus karena diterjang banjir sejak sore kemarin akibat hujan ber intensitas tinggi terus menerus mengguyur saat ini telah mendapat penanganan dan sedang di perbaiki oleh perusahaan perkebunan PT. Nafasindo.
Sebelum nya ruas jalan lintas yang belum bisa di lewati oleh pengendara tersebut, terletak dekat area perusahaan Nafasindo (Wilayah Gombar) tepatnya jembatan dan jalan di daerah Suklikap.
Sebelumnya, Camat Kota Baharu Sumadi, S.IP M Si telah menginformasikan kepada Perusahaan sawit Nafasindo, terkait jalan alternatif yang sering di lalu masyarakat Kecamatan Kuta Baharu agar lekas di perbaiki untuk dapat kembali di akses masyarakat .
Mengetahui hal itu, Pimpinan Perusahaan Perkebunan PT.Nafasindo melalui Senior Manajer Iskandar mengatakan sedang dalam perbaikan, pertama pembongkaran jembatan karena redanya hujan semalam waktu subuh dan pagi langsung di kerjakan perbaikan, ujar nya singkat melalui telepon seluler kepada Awak media A1news.co.id, 3/5/2024.
” Ini kita sedang perbaikan, Eksavator sudah kita turunkan untuk pembongkaran jembatan dulu dan pemerataan tanah.
Tentu butuh waktu, namun kita usahakan cepat selesai dan dapat di akses oleh karyawan dan masyarakat umum.” Pungkas nya .
Informasi dihimpun media ini , kawasan perbukitan Singkil ini mengalami banjir dan longsor jalan di ujung Jembatan Lae Sipola juga longsor termasuk di Desa Bukit Harapan, dan Desa Sumber Mukti.
Sempat terjadi banjir si titik lainnya seperti di Desa Lae Bangun namun dikabarkan cepat surut karena wilayah tersebut menjadi perlintasan air, walau sebelum nya ada isu yang menyeruak dari rekaman tersebar di WAG mengabarkan telah terjadi banjir bandang.
Termasuk bekas wilayah Aceh Singkil yaitu Kota Subulussalam terpantau mengalami banjir yang signifikan di daerah Subulussalam Timur.
Alhusni selaku kepala pelaksana BPBD Aceh Singkil pada keterangannya mengatakan Sehari setelah banjir bandang melanda dua Kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil petugas BPBD, melakukan pembersihan material di wilayah terkena dampak banjir luapan akibat sampah yang terbawa arus seperti lumpur serta potongan kayu, katanya.
Pantauan media ini, Dilihat dari citra satelit banjir di Subulussalam bisa terkoneksi dengan Singkil,hal itu sebabkan sungai Singkil masih satu aliran dengan sungai Lae Soraya Subulussalam, artinya perjalanan air sungai nya tertampung di lautan Singkil.
Kendati ada peningkatan debit air dari arah Sungai Simpang Kanan masih bisa dipecah ke muara Siragian, muara Anak laut, hingga muara Ujung Bawang. (Irfan)






















