A1news.co.id| Blangkejeren– Kepala BNN RI, Komjen Pol. Marthinus Hukom, S.I.K., M.Si beserta rombongan pantau keberhasilan program GDAD (Grand Design Alternative Development), Senin (22/1/2024) di Desa Penosan, Kecamatan Blangjerango, Kabupaten Gayo Lues.
Dalam sambutannya, Kepala BNN RI menyebutkan penjajahan gaya baru saat ini melalui serangan narkoba, tentu hal tersebut menjadi perhatian Nasional.
Narkoba menjadi mimpi buruk bagi generasi dan keutuhan bangsa, yang mampu menggerogoti keutuhan rakyat Indonesia dari dalam.
Untuk itu ia mengajak masyarakat bijak mengambil tindakan, sebab ada dua ancaman bagi pengedar narkoba, pertama larangan dalam agama, kedua ancaman hukum.
” Tidak ada ketenangan jika kita menanam ganja, kita akan terus dihantui oleh konsekuensi hukum.
Jadi, marilah kita membangun kesadaran bahwa tindakan kita itu tidak hanya akan dipertanggung jawabkan pada hukum, tapi juga kepada Yang Maha Kuasa serta lingkungan social,” jelasnya.
Ia menambahkan tumbuhan ganja dapat diganti dengan tumbuhan lain, sesuai potensi daerah.
Hal ini terbukti dengan kemampuan Gayo Lues menjadi supplier biji kopi untuk perusahaan raksasa Starbucks dengan produksi 396 ton kopi.
Sementara, Pj Bupati Gayo Lues, Drs. Alhudri menyampaikan bahwa program GDAD telah membawa perubahan besar di tengah-tengah kehidupan petani.
Terjadinya pergeseran minat masyarakat yang awalnya menanam ganja kini beralih ke tanaman produktif yang lebih menjanjikan.
Namun Pj Bupati tetap berharap bahwa program tersebut terus mendapat perhatian dan bimbingan pemerintah pusat demi keberlangsungannya.
Beliau optimis Kabupaten Gayo Lues mampu menjadi Kabupaten yang “Bersinar”, Bersih dari Narkoba.(AR)






















