A1news.co.id|Blangkejeren– Kepala BPJS Kesehatan cabang Banda Aceh, dr. Neni Fajar mengungkapkan Provinsi Aceh termasuk ke dalam kategori merah soal besarnya angka petugas Pemilu beresiko penyakit.
Lebih dari 5000 petugas memiliki potensi gangguan kesehatan yang tinggi.
Sampai saat ini pendaftaran jaminan kesehatan petugas pemilu 2024 mencapai 90.96%.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.609 orang tidak memiliki jaminan kesehatan apapun Selasa, (06/02/2024).
Menyikapi persoalan tersebut, pihak BPJS kesehatan menghimbau agar seluruh petugas Pemilu untuk mendaftarkan dirinya pada layanan BPJS ataupun JKA dan mengisi riwayat kesehatan dengan mengunjungi link https://webskriningpetugaspenyelenggarapemilu.bpjs-kesehatan.go.id/.
Kepala BPJS cabang Tapak Tuan, Mahmul Ahyar, SE., MM menyebutkan bahwa Kabupaten Gayo Lues sendiri telah mendaftarkan 1350 petugasnya ke BPJS Kesehatan, baik JKN atau JKA.
Pihaknya akan berkoordinasi dengan KIP untuk rampungkan data screening petugas minggu ini.
“Sekitar 20% lagi yang belum, itu pun tinggal kita bantu aktifkan saja.
Untuk Aceh sebetulnya petugas pemilu kalaupun tidak terdaftar BPJS, sudah terdaftar di kepesertaan JKA” jelasnya.
Lebih lanjut, beliau mengajak agar seluruh petugas Pemilu mengisi data screening secara jujur, sehingga profil petugas dapat terlihat jelas.
Koordinasi dengan FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) juga akan efisien.
Dengan begitu, FKTP dapat segera melakukan penanganan terhadap peserta jika sewaktu-waktu diperlukan.
Rakor dilaksanakan secara daring dengan melibatkan pihak Bawaslu dan KIP se – Provinsi Aceh serta seluruh cabang BPJS Kesehatan Aceh.
Pemerintah Kab. Gayo Lues mengikuti rapat dengan dipimpin oleh Asisten I Setdakab Gayo Lues, dr. Nevirizal, M.Kes bersama tim BPJS kesehatan Tapak Tuan.(AR)






















