A1news.co.id|Banda Aceh – Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh membuat enam program utama untuk menekan angka kemiskinan ekstrem. Saat ini, jumlah penduduk yang masuk kategori kemiskinan ekstrem sebanyak 2.520 jiwa atau sekitar 0,89 persen.
“Terkait jumlah penduduk yang mengalami kemiskinan ekstrem di Banda Aceh tahun 2022 sebesar 2,14% turun menjadi 0,89% dengan jumlah sebanyak 5.980 jiwa menjadi 2.520 jiwa,” kata Pj Wali Kota Banda Aceh Amiruddin di depan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy di Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Rabu (27/3/2024).
Menurutnya, pihaknya saat ini telah menetapkan Keputusan Walikota Nomor 718 Tahun 2023 tentang Penetapan Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Kota Banda Aceh yang merupakan turunan dari Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 Tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
Mantan Sekda itu menjelaskan, ada enam program utama yang dibuat Pemko Banda Aceh untuk mengatasi kemiskinan ekstrem. Program itu yakni mengurangi beban pengeluaran, peningkatan pendapatan, meningkatkan kualitas SDM, mengurangi kantong-kantong kemiskinan, menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok, serta menanggulangi dan mengurangi dampak bencana.
“Untuk meningkatkan pendapatan warga terdampak kemiskinan ekstrem, telah disalurkan bantuan untuk kelompok usaha, program pembiayaan revolving gampong, belanja hibah kepada badan dan lembaga nirlaba, sukarela bersifat sosial kemasyarakatan,” jelas Amiruddin.(SM)






















