A1news.co.id|Blangkejeren– Akibat tingginya curah hujan yang mengguyur di dua kabupaten, Gayo Lues dan Aceh Timur, menyebabkan arus jalan transportasi terputus dan tanah longsor menutupi ruas Jalan utama.
Serta beram jalan yang berubah menjadi tebing-tebing curam yang sangat membahayakan penguna Jalan.
Menyikapi bencana longsor dan terputus transportasi yang Aceh Timur-Gayo Lues. Masyarakat di ke 2 (dua) kabupaten tersebut, meminta Pj Gubernur maupun Kadis PUPR Aceh, untuk segera turun kelokasi daerah yang tertimpa musibah tahunan tersebut.
Adapun akses jalan-jalan yang baru dikerjakan Proyek Multy year pada tahun 2020/2022.
Yang menelan anggaran yang ratusan milyar/Sangat fantastis itu,kini terlihat hancur-hancuran tak sanggup bertahan lama serta mengancam jiwa. Cerita Arwin aman Dewi warga Blangkejeren.
Kita memohon/meminta Bapak Pj Gubernur dan kepala dinas PUPR, segera membenahi struktur Ruas Jalan Blangkejeren – Aceh Timur tersebut.
Tegas Sarwan salah satu warga perlak/Aceh Timur,penuh harap akan lancarnya perekonomian dan keselamatan pengguna jalan.
Hal senada juga diharapkan/dipaparkan Aman Ridwan warga Pining Kabupaten Gayo Lues,yang berharap Pemerintahan Aceh dapat segera membenahi Konstruksi Ruas jalan, yang terdampak abrasi oleh gerusan air bah sungai dijalan lintas Pining-lokop Aceh Timur,yang mana ruas jalan telah melalui areal perladangan penduduk tersebut.
Kita dipertontonkan dengan sangat miris pembangunan Infrastruktur ruas jalan yang baru dua tahu dikerjakan melalui Proyek Multiyears Aceh Timur – Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues yang terbagi 3 (tiga) sigmen.
Ternyata fakta dilapangan,badan Ruas jalan sudah “babak belur” pemandangan itu, terkesan PUPR Aceh mengabaikan keselamatan penguna jalan. Ujarnya lirih kepada awak media a1News co. id 16-11-2024.
Sementara itu Pj Gubernur dan Kadis PUPR Aceh belum dapat dihubungi.(AR)






















