A1news.co.id|Takengon– Tragedi di Kecamatan Jagong Jeget ini adalah tamparan keras bagi pemerintah daerah, khususnya PJ Bupati Aceh Tengah. Bagaimana mungkin di era yang serba modern ini, masyarakat dua kampung, Gegarang dan Pasir Putih,
Masih harus bergotong royong membangun jembatan darurat dari tiga batang pohon pinus hanya untuk menghubungkan kebutuhan hidup mereka? Ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah telah gagal menjalankan fungsi dasarnya sebagai pelayan publik.
PJ Bupati jangan hanya hadir dengan sigap ketika ada undangan resmi yang penuh dengan kemewahan, sementara rakyat di pelosok terabaikan dan dibiarkan terisolasi.
Apakah menunggu ada korban atau tragedi baru bertindak? Kesejahteraan masyarakat pedalaman harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar formalitas di agenda kerja!
Kami mendesak pemerintah daerah, terutama PJ Bupati, untuk segera turun langsung ke lapangan, melihat kondisi ini dengan mata kepala sendiri, dan segera mengambil tindakan nyata.
Jangan biarkan masyarakat terus menanggung beban karena kelalaian pemerintah. Jembatan bukan hanya soal akses, tetapi juga simbol keadilan sosial dan kepedulian pemerintah terhadap rakyatnya.
Pemerintah harus segera mengalokasikan dana darurat untuk membangun jembatan permanen yang layak dan aman.
Jangan sampai pemerintah menutup mata terhadap penderitaan masyarakat pedalaman yang setiap hari harus mempertaruhkan nyawa hanya untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kami tidak akan tinggal diam melihat ketidakadilan ini terus berlangsung.
Afdhalal Gifari menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa HMI Cabang Takengon-Bener Meriah akan terus memantau kinerja pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan ini.
Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret, maka ini menjadi bukti bahwa pemimpin daerah hanya bekerja untuk pencitraan, bukan untuk rakyat.(AB)






















