A1news.co.id|Aceh Singkil – Kepala Desa Pea Bumbung Sarbaini angkat bicara soal tudingan nepotisme yang mencuat setelah pengangkatan anak kandungnya sebagai Bendahara Desa. Isu tersebut sempat viral di media sosial, memicu kontroversi di kalangan warga.
Dalam klarifikasinya, Sarbaini menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak melanggar aturan yang ada.
Menurutnya, pengangkatan tersebut sudah melalui proses penjaringan yang transparan dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
“Sebelum penjaringan, kami sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan sejak tahun lalu. Tidak ada yang salah,” ujar Sarbaini saat ditemui di kantor desa pada Senin (21/1).
Meskipun ada hubungan kekeluargaan antara dirinya dan bendahara desa yang baru, Sarbaini menegaskan bahwa masalah tersebut bukanlah hal yang jarang terjadi.
“Di desa lain, banyak juga yang mengangkat keluarga mereka, dan itu tidak masalah. Yang penting, semuanya sesuai aturan,” tambahnya.
Sarbaini juga menanggapi tudingan bahwa pengangkatan bendahara desa ini sebagai bentuk nepotisme.
Ia menjelaskan bahwa bendahara desa yang dimaksud sudah memiliki kartu keluarga terpisah dan berdomisili di Pea Bumbung, yang membuktikan bahwa tidak ada unsur keberpihakan.
“Kami sudah berkonsultasi dengan camat, dan beliau menyatakan bahwa hal ini tidak masalah. Jadi, tuduhan itu tidak benar,” jelasnya.
Selain itu, Sarbaini juga mengungkapkan ketegangan yang terjadi dengan salah seorang wartawan yang memberitakan isu tersebut. Menurutnya, konflik itu berawal dari perbedaan pemahaman terkait honor media yang akan dipublikasikan oleh desa.
“Kami sudah bekerja sama dengan beberapa media, jadi masalah honor itu perlu dibicarakan lebih lanjut. Sayangnya, pemberitaan yang keluar tidak mencerminkan hal yang sesungguhnya,” Sesalnya.
Sarbaini berharap ke depan, media lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi dan lebih mengutamakan konfirmasi sebelum memberitakan hal-hal yang dapat menimbulkan kebingungan atau misinformasi. “Kami siap memberikan penjelasan yang lebih lengkap jika diperlukan,” tutupnya.
Salah seorang warga bernama Pukak, mengatakan kalau sebelumnya saat penjaringan ada beberapa nama calon yang sempat diajukan melamar menjadi perangkat desa Pea Bumbung, tetapi kesemua calon tersebut mengundurkan diri, sehingga menyisakan calon bendahara tersebut yang kemudian di SK kan, Pungkas nya. ( Irfan)






















