A1news.co.id|Takengon – Dalam sebuah hadist Rasulullah Saw bersabda:
مَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي الإِسْلَامِ كَانَتْ لَهُ نُورًا يَوْمَ القِيَامَةِ
(رواه الترمذي (1634)، والنسائي (3144)، ورواه النسائي في “السنن الكبرى” (4 / 288)، والإمام أحمد في “المسند” (29 / 606) بلفظ: شَيْبَةً فِي سَبِيلِ اللهِ)
“Barang siapa yang beruban di dalam Islam, maka baginya cahaya pada hari kiamat”.
(HR. Tirmidzi: 1634 dan Nasa’i: 3144, diriwayatkan oleh Nasa’i di dalam Sunan Kubro: 4/288, dan imam Ahmad di dalam Musnad: 29/606 dengan redaksi: “beruban di jalan Allah).
Dalam hadist diatas menjelaskan kepada kita tentang orang yang memutih rambutnya dalam Islam. Maknanya, putih rambut karena ia memasuki dalam dinamika Islam.
Suasana dimana seorang muslim akan mendapatkan ujian dan tantangan dalam beragama.
Ada 4 dinamika berislam;
1. Dinamika ilmu
2. Dinamika ibadah
3. Dinamika dakwah
4. Dinamika jihad
Fakta hari ini, banyak umat Islam memutih rambut, stres, dan depresi yang berkutat hanya diatas perkara duniawi semata, seperti; permasalah ekonomi, pekerjaan, percintaan dan sebagainya.
Dinamika Islam ini merupakan sunnatullah yang berlaku walaupun kita tidak menginginkannya.
Lihatlah para sahabat Radhiallahum, berbagai dinamika mereka rasakan karena berislam. Ada di caci, diusir, bahkan tidak sedikit yang dibunuh.
Maka siapapun yang memutih rambutnya ketika ia berislam, maka Allah akan memberikan kepadanya cahaya di hari kiamat.
Dalam hadist yang lain, rambut putih (dalam dinamika berislam) tidak boleh dicabut.
لَا تَنْتِفُوا الشَّيْبَ، فَإِنَّهُ نُورٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي الْإِسْلَامِ كُتِبَ لَهُ بِهَا حَسَنَةٌ، وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ، وَرُفِعَ له بها درجة
(وحسّن إسناده محقق “الإحسان” الشيخ شعيب الأرنؤوط، وكذا الشيخ الألباني في “التعليقات الحسان” (5 / 22 – 23)
“Janganlah kalian mencabut uban, karena sebagai cahaya di hari kiamat, dan barang siapa yang beruban di dalam Islam dengan satu uban maka akan tercatat sebagai satu kebaikan, dan digugurkan satu kesalahan, dan diangkat dengannya satu derajat”.
(Peneliti Al Ihsan Syeikh Syuaib Al Arna’uth telah menyatakan sanadnya hasan, demikian juga syeikh Albani di dalam At Ta’liqaat al Hisan: 5/22-23).(EN)
KANTIN SUBUH [Kajian Rutin Ba’da Subuh]






















