A1news.co.id|Subulussalam – Gedung Madrasah MTsS Al Muhajirin Di Desa Cipar Pari kecamatan Sultan Daulat, tidak layak lagi, memang membutuhkan perhatian serius dari pihak terkait.
Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi kenyamanan dan keselamatan siswa, tetapi juga dapat mengganggu proses belajar mengajar.
Sepertinya Madrasah MTs.S Al Muhajirin gedung Madrasah mereka sudah tidak layak pakai dan memerlukan renovasi besar-besaran, namun, kendala biaya menjadi hambatan utama.
Oleh karena itu, perlu adanya perhatian khusus dari Kemenag Subulussalam dan dukungan dari Pemerintah, masyarakat dan stakeholders lainnya.
Untuk memperbaiki kondisi gedung Madrasah swasta yang tidak layak lagi, dengan demikian dapat tercipta lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan kondusif bagi siswa konsentrasi dalam pembelajaran.
Dari keterangan masyarakat sekitar saat awak media mengambil dokumentasi Madrasah 30/1/2025 menyampaikan sangat sangat prihatin sekali keadaan sekolah tersebut.
“Saya sebagai masyarakat dan sekaligus orang tua wali murid, sangat prihatin melihat kondisi Madrasah MTsS Al Muhajirin seperti Madrasah Belum merdeka, Madrasah terpencil saja tidak seperti kondisinya.
Delapan puluh tahun Indonesia sudah merdeka, tidak ada lagi jaman sekarang kondisi Madrasah seperti ini, walaupun Madrasah swasta, dimana hati nurani mereka membiarkan kondisi bangunan Madrasah ini, pungkas masyarakat sekitar.
begitu juga penyampaian Humas dan Tokoh Masyarakat Cipar Pari “sepertinya Kepala Sekolah sekarang tidak ada rasa tanggung jawab.
Sementara Dana Operasional Madrasah ada dan sehingga kami masyarakat Cipar Pari melayangkan surat kepada Kemenag Kota Subulussalam untuk pergantian Kepala sekolah dan Melihat langsung Madrasah kami ini.
Madrasah MTsS Al Muhajirin sudah banyak melahirkan siswa siswi terbaik termasuk anak saya, oleh karena itu sangat kami sayangkan kondisi bangunan yang tidak layak lagi, tutur Tokoh masyarakat Cipar Pari.(Ramona)






















