A1news.co.id|Takengon – Markaz Dakwah Al-Ghuroba Takengon melaksanakan program ketahanan pangan dengan menanam jagung serentak di lingkungan pondok pesantren.
Program ini merupakan bentuk merealisasikan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia.
Program ini diprakarsai oleh Markaz Dakwah Al-Ghuroba dan bekerja sama dengan Polsek Bebesen dan Dinas Pertanian Aceh Tengah.
Tujuan program ini adalah untuk menciptakan ketahanan pangan secara mandiri di lingkungan pondok pesantren, sehingga tidak terlalu bergantung pada sumber daya luar.
Sebuah kolaborasi yang inspiratif terwujud di Markaz Dakwah Al-Ghuroba, Takengon. Kapolsek Bebesen Aceh Tengah dan perwakilan Polres Aceh Tengah, bersama dengan Dinas Pertanian Aceh Tengah, perangkat Desa Tansaril, serta para asatidz dan santri Markaz Dakwah Al-Ghuroba, bersatu padu dalam sebuah program ketahanan pangan dengan semangat kebersamaan, mereka mengolah lahan dan menanam biji jagung.
Kegiatan ini bukan sekadar yg rutinitas, tetapi wujud nyata pemanfaatan bumi Allah SWT untuk kemaslahatan bersama.
Momen ini menjadi bukti sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, dan lembaga dakwah dalam mendukung upaya ketahanan pangan di wilayah Aceh Tengah.
Kebahagiaan dan semangat yang terpancar dari wajah para peserta, mulai dari anggota kepolisian, dinas pertanian, hingga santri, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap kegiatan positif ini.
Ustaz Sayuti ambia, Pengasuh Markaz Dakwah Al-Ghuroba Takengon, berharap program ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan mengucapkan harapan agar Allah SWT memberikan rahmat di bumi tercinta ini.
“Semoga Allah SWT memberikan rahmat di bumi tercinta ini, sehingga kita semua dapat hidup dalam kemakmuran dan kedamaian,” ungkapnya.
Ustaz Sayuti juga berharap bahwa program ini dapat menjadi langkah awal bagi Markaz Dakwah Al-Ghuroba Takengon untuk menjadi lembaga yang mandiri dan berkelanjutan dalam bidang pangan.
Dengan demikian, Markaz Dakwah Al-Ghuroba Takengon berharap dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lainnya dalam meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia dan mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan.
Semoga ikhtiar mulia ini diberkahi Allah SWT, menjadi wasilah dalam meraih ridha-Nya, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi ketahanan pangan masyarakat.(EN)






















