A1news.co.id|Takengon – Aktivitas penimbunan kembali terjadi di kawasan Danau Laut Tawar, tepatnya di Desa Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah penimbunan
ini dikhawatirkan akan menyebabkan penyempitan area danau yang merupakan sumber air utama bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Terjadi kegiatan penimbunan tanah di tepi Danau Laut Tawar yang menyebabkan penyempitan area perairan dan berpotensi merusak ekosistem danau.
Peristiwa ini terjadi di Desa Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, tepat di tepi Danau Laut Tawar.
Penimbunan ini telah berlangsung beberapa hari terakhir, dan saat wartawan turun langsung ke lapangan, aktivitas tersebut masih tampak jelas.
Kegiatan penimbunan dilakukan oleh pihak yang hingga kini belum diketahui secara pasti. Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Mendale mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas penimbunan tersebut dan tidak pernah mendapat laporan resmi dari pihak yang melakukannya.
Belum diketahui pasti motif penimbunan ini, namun diduga berkaitan dengan upaya memperluas lahan di sekitar danau. Warga menduga ada oknum tertentu yang terlibat dan meminta pemerintah turun tangan.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan tumpukan tanah dan batu telah menutupi sebagian area sempadan danau. Warga sekitar menyebut aktivitas itu dilakukan secara bertahap dan tanpa izin resmi dari pemerintah desa.
Seorang warga yang enggan disebut namanya mengatakan,
Kalau pemerintah tidak tegas, masyarakat bisa turun tangan sendiri untuk menghentikan penimbunan ini. Danau Laut Tawar bukan milik pribadi, tapi sumber kehidupan untuk masyarakat Aceh Tengah,” ujarnya tegas.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan instansi terkait segera menindaklanjuti kasus ini secara tegas agar tidak terjadi kerusakan lingkungan lebih lanjut di kawasan Danau Laut Tawar yang menjadi ikon dan sumber air utama daerah tersebut.(AB)






















