A1news.co.id|Aceh Singkil – Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) Aceh Singkil melaksanakan kegiatan gotong royong di Masjid Baiturrahim, Singkil, Kamis (7/11).
Korelitas kegiatan ini menjadi bagian dari salah satu rutinitas harian yang juga berpengaruh terhadap Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan dapat dijadikan bahan pertimbangan pimpinan dalam evaluasi kinerja.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Kasatpol PP-WH Aceh Singkil, Afrijal, didampingi Kabid PSI-WH Zulkarnaini selaku inisiator kegiatan, serta sejumlah pranata trantibum.
Mereka bersama-sama membersihkan pekarangan masjid dari tumpukan sampah daun kering dan plastik.
Menariknya, kegiatan gotong royong ini juga memunculkan diskusi penting mengenai cara pemusnahan sampah yang tepat.
Irfan, salah satu pranata trantibum.
Menyampaikan bahwa selama ini sampah sering dimusnahkan dengan cara dibakar. Dimana pun mayoritas kelompok kerja khusus nya di provinsi Aceh.
Namun, ia mengingatkan bahwa kini telah ada regulasi yang melarang metode tersebut di perkotaan di Indonesia.
“Ada aturan baru, seperti di Jakarta, Gubernur Pramono Anung melarang pembakaran sampah secara terbuka. Siapa pun yang melanggar bisa dikenakan sanksi,” imbuh nya.
Ia menilai, di daerah berkembang seperti Aceh Singkil, sebaiknya pengelolaan sampah dilakukan dengan cara lebih ramah lingkungan, yakni dengan mengangkutnya ke tempat pembuangan akhir (TPA) oleh pihak desa atau Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Menurutnya, pembakaran sampah dapat menghasilkan emisi karbon dioksida yang berlebih dan memperburuk kondisi lapisan ozon. Seperti kita ketahui bersama banyak kota-kota metropolitan didunia mengalami efek rumah kaca bahkan telah bertransformasi.
Dampaknya, perubahan iklim semakin ekstrem dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi lebih kompleks.
“Langkah paling bijak adalah mengelola sampah sejak dini. Jika bisa didaur ulang, tentu lebih bermanfaat dan berdampak positif bagi lingkungan,” tambahnya.
Irfan juga mendorong pemerintah daerah untuk berinovasi dalam pengelolaan sampah berbasis daur ulang, agar menjadi contoh bagi masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran lingkungan.
Ia berharap, andaikan Aceh Singkil dalam mengelola sampah secara berkelanjutan nantinya berhasil tidak tertutup kemungkinan menjadi role model nasional dalam menekan laju bencana hidrometeorologi di masa depan. (EW)






















