A1news.co.id|Subulussalam – Sebuah kontroversi muncul terkait penggunaan Dana PEN (Pendapatan dan Belanja Negara) Kota Subulussalam tahun 2022 yang dianggap tidak transparan dan menimbulkan beban besar bagi pemerintah sekarang.
Ishak Munthe, alias Gadis, seorang mantan Combatan GAM, menyuarakan kekecewaannya atas penggunaan dana tersebut yang dianggap luput dari sorotan.
Gadis menuding bahwa pihak terkait tampaknya berpura-pura tutup mata dalam hal ini, sehingga masyarakat tidak mengetahui secara jelas bagaimana dana PEN digunakan.
Ia juga menekankan bahwa beban dana tersebut kini menjadi tanggung jawab pemerintah sekarang, yang sangat memberatkan.
“Mengapa BPK dan Kejaksaan tidak segera mengaudit penggunaan dana PEN ini secara transparan? Kami ingin tahu kemana saja dana tersebut digunakan dan apakah ada penyimpangan dalam penggunaannya,” tegas Gadis.
Gadis,berharap agar audit transparan dapat dilakukan untuk mengetahui kebenaran penggunaan dana PEN tersebut dan memastikan bahwa tidak ada penyimpangan yang merugikan negara, tutup Ishak Munthe.(Ramona)






















