A1news.co.id|Takengon – Dari pemberitaan yang yang beredar di sosial media Tentang dugaan penyalahgunaan aset negara yang mencuat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.
Rahma ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Teknik UGP Meminta bupati Aceh Tengah segera ambil tindakan dan sangsi Tegas terhadap PLT Kepala Bagian Umum Setdakab Aceh Tengah yang diduga telah menyelundupkan kendaraan dinas sepeda motor jenis KLX.
Rahma mengatakan pembiaran terhadap dugaan penyalahgunaan aset negara akan menjadi preseden buruk bagi tata kelola pemerintahan daerah, Kepercayaan publik hanya dapat dijaga dengan keberanian pemimpin daerah dalam menindak setiap bentuk penyimpangan, tanpa pandang jabatan dan kepentingan. Tegasnya
“Dugaan ini menimbulkan keprihatinan serius, terlebih Aceh Tengah saat ini berada dalam kondisi Tanggap Darurat Bencana, di mana kendaraan dinas khususnya kendaraan operasional seperti KLX sangat dibutuhkan untuk menunjang tugas-tugas kemanusiaan, seperti pendistribusian logistik, mobilisasi relawan, serta menjangkau wilayah terpencil yang terdampak bencana” ucap rahma
Rahma juga mengatakan apabila dugaan tersebut terbukti benar, tidak hanya mencederai etika birokrasi, tetapi juga merupakan bentuk pengabaian terhadap kepentingan masyarakat. Aset negara bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk menjawab kebutuhan rakyat, terlebih dalam situasi darurat. Ujar rahma
Oleh karena itu, Rahma mendesak Bupati Aceh Tengah untuk segera mengambil langkah konkret segera mengusut dugaan ini secara menyeluruh bukan hanya satu oknum saja secara transparan dan objektif serta menjatuhkan sanksi tegas sesuai aturan hukum yang berlaku apabila terbukti terjadi pelanggaran.
“Bupati Aceh Tengah tidak boleh diam. Dugaan ini harus diusut tuntas demi keadilan, transparansi, dan kepentingan rakyat. Saat ini rakyat sedang berjuang untuk bertahan hidup, jadi jangan ada pejabat nakal semerta Merta karna mengandalkan kedekatan dengan bupati” tutup rahma.(WD)






















