A1news.co.id|Takengon – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung Pemerintahan Prabowo-Gibran menuai harapan untuk perbaikan gizi anak sekolah juga memicu skeptisisme.
Meski program ini terinspirasi dari inisiatif Pemerintah yang menjangkau jutaan anak, namun banyak pihak yang merasa kecewa, contoh di Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah,
Alimin Linge Tokoh Masyarakat Linge Kepada Media Menerangkan sampai detik Ini di Kecamatan Linge anak- anak sekolah belum tersentuh oleh MBG ( Makanan Bergizi Gratis ) yang lebih sakit lagi di Kecamatan Tetangga misalnya Kecamatan Jagong Jeget dan di daerah seputaran Kota sudah aktif dari kemaren dan anak anak sudah menikmati makanan bergizi dari pemerintah.
Hal ini sangat menyakitkan anak-anak di Kecamatan Linge yang hanya mendengar dan tidak melihat makanan Bergizi Gratis yang gadang gadang Pemerintah Pusat.
Di tambah Alimin, seharusnya pemerintah harus memprioritaskan gizi anak- anak di pelosok kota seperti di Kecamatan Linge yang jauh dari perkotaan.
Karena mereka jarang mengkonsumsi makanan bergizi di akibatkan kekurangan bahan di Kampung, beda dengan di kota semua bahan ada di jual.
Orang tua selalu bertanya, kapan MBG bisa di nikmati anak-anak mereka yang lebih mengejutkan lagi yang berkembang di Kalangan masyarakat nahwa bangunan /Gudang belum di buat sampai sekarang.
Apakah pemerintah menunggu habis dulu jabatan Presiden baru MBG di salurkan ke Kecamatan Linge.
Program MBG harus bebas dari kepentingan politik semata dan tidak menjadi proyek prestise yang menguntungkan segelintir pihak.
Jangan sampai program ini dimanfaatkan oleh oknum untuk menyalahgunakan anggaran negara,”
Kami belum tahu seperti apa makanan yang akan diterima anak-anak sekolah di Kecamatan Linge kalau sistemnya tidak rapi, mungkin justru akan menimbulkan masalah, tutup Alimin Linge.






















