A1news.co.id|Gayo Lues – Hari keempat tanggap darurat, tim kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara tiba di Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues untuk memberikan bantuan kemanusiaan di dua desa terdampak bencana: Desa Pitu Rime dan Desa Elkan.
Tim yang terdiri atas 25 personel ini berkolaborasi dengan PMI setempat dan menggunakan tujuh unit mobil berpenggerak empat roda (4×4/double gardan).
Penggunaan kendaraan jenis ini bukan tanpa alasan. Menurut tim PMI Gayo Lues, akses menuju kedua desa sangat sulit sebagian besar jalur merupakan jalan darurat yang tidak beraspal, melewati tebing curam, dan bahkan harus menyeberangi arus sungai.
Lebih dari 60 persen ruas jalan rusak parah akibat longsor dan tergerus banjir bandang. Akibatnya, perjalanan sejauh sekitar 60 kilometer yang biasanya ditempuh dalam waktu 1,5 jam, kali ini memakan waktu hingga lima jam.
Sesampainya di Desa Pitu Rime, tim langsung memberikan layanan kesehatan dan pendampingan psikososial. Infrastruktur desa yang rusak akibat bencana menyebabkan banyak warga mengalami gangguan saluran pernapasan.
“Di Desa Pitu Rime, sebanyak 102 warga—terdiri atas laki-laki, perempuan, dan anak-anak—mengikuti pemeriksaan kesehatan,” ujar dokter Efi salah satu dokter dari tim kemanusiaan PMI Jakarta Utara, Rabu (14/1/2026).
Bersamaan dengan itu, tim psikososial memberikan pendampingan kepada anak-anak penyintas bencana. Mereka tampak antusias mengikuti kegiatan bermain dan bernyanyi. Setelah sesi selesai, anak-anak juga mendapatkan makanan ringan yang telah disiapkan.
Usai salat Ashar, tim melanjutkan perjalanan ke Desa Elkan, desa tetangga yang hanya dapat dijangkau melalui alur sungai karena jembatan utama putus. Tim tiba di Desa Elkan pada sore hari dan bermalam di salah satu rumah warga yang dijadikan posko tanggap darurat.
Keesokan harinya, Rabu (14/1/2026), tim kembali memberikan layanan kesehatan. “Sebanyak 103 pasien berhasil kami layani, mayoritas mengalami gangguan saluran pernapasan,” kata dokter Efi
Selain layanan medis, sebagian anggota tim melakukan kerja bakti membersihkan kantor Hulu—yang juga difungsikan sebagai TK—di Desa Elkan. Mereka memotong pohon tumbang yang terbawa arus, mengangkat lumpur yang masuk ke dalam bangunan, lalu membersihkan ruangan menggunakan pompa air berbasis genset.
Atas upaya tersebut, apresiasi disampaikan oleh perwakilan perangkat Desa Elkan. “Terima kasih kepada PMI Jakarta Utara yang telah datang membantu warga kami, baik melalui bantuan sembako, layanan kesehatan, maupun kerja bakti membersihkan kantor Hulu Elkan,” ucap Dedi.(SH)






















