A1news.co.id|Takengon – Di tengah upaya pemulihan pasca banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, termasuk kawasan dataran tinggi Gayo, Rumah Tani Nusantara Aceh Tengah- Bener Meriah kembali mengirimkan 60 ton kentang ke Jakarta.
Pengiriman dalam jumlah besar tersebut menjadi salah satu langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga sekaligus menggerakkan kembali roda ekonomi petani di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, yang dikenal sebagai sentra kopi dan sayur-mayur di Aceh.
Koordinator Rumah Tani Nusantara Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, Helmia,mengatakan pihaknya terus berupaya membuka akses pasar yang lebih luas agar hasil pertanian, khususnya komoditas palawija dan hortikultura, dapat terserap dengan harga yang lebih kompetitif.
Kami berupaya agar hasil pertanian petani tetap terserap pasar dengan harga yang layak. Pengiriman ke Jakarta ini menjadi salah satu strategi agar harga di tingkat petani bisa lebih stabil dan menguntungkan,” ujar Helmia.
Ia menjelaskan, sejak pengiriman rutin dilakukan ke ibu kota, harga kentang di tingkat petani mengalami kenaikan signifikan. Saat ini, harga kentang mencapai Rp8.000 per kilogram.
Angka tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan sebelumnya. Sebelum adanya penyerapan oleh Rumah Tani Nusantara, harga kentang sempat terpuruk di kisaran Rp4.000 per kilogram, bahkan sebagian hasil panen tidak terserap pasar akibat terbatasnya akses distribusi dan menurunnya daya beli.
“Kondisi pascabencana sempat membuat distribusi terganggu. Harga jatuh dan banyak hasil pertanian tidak laku. Karena itu, kami berupaya mencari solusi agar hasil panen tetap terselamatkan dan petani tidak merugi,” katanya.
Menurut Helmia, pengiriman 60 ton kentang malam ini bukan hanya soal distribusi komoditas, tetapi juga bagian dari upaya membangun kembali optimisme petani di tengah tekanan ekonomi pascabencana.
Dataran tinggi Gayo selama ini menjadi salah satu lumbung hortikultura di Aceh. Namun, tantangan infrastruktur dan fluktuasi harga kerap menjadi persoalan klasik yang memengaruhi kesejahteraan petani.
Dengan terbukanya akses pasar ke luar daerah, diharapkan rantai pasok pertanian menjadi lebih efisien dan petani memperoleh margin keuntungan yang lebih adil.
Rumah Tani Nusantara pun menegaskan akan terus memperluas jejaring distribusi ke berbagai kota besar guna menjaga keberlanjutan usaha tani masyarakat serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah proses pemulihan.(*)






















