A1news.co.id|Aceh Timur – Warga Dusun Rantau Panjang, Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, mengeluhkan belum adanya jembatan (titi) sebagai akses penghubung antara Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Aceh Utara.
Kondisi tersebut telah berlangsung bertahun-tahun tanpa adanya pembangunan infrastruktur permanen yang memadai.
Untuk menyeberangi sungai besar yang memisahkan kedua wilayah tersebut, masyarakat setempat terpaksa menggunakan getek (rakit penyeberangan tradisional).
Namun, saat getek tidak tersedia, warga bahkan harus mempertaruhkan keselamatan dengan berjalan di atas pipa yang melintang di atas sungai sebagai jalur alternatif penyeberangan.
Situasi ini dinilai sangat membahayakan, terutama bagi anak-anak sekolah, lansia, serta masyarakat yang membawa hasil pertanian atau kebutuhan pokok.
Selain berisiko tinggi, kondisi tersebut juga menghambat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat yang bergantung pada akses lintas kabupaten tersebut.
Salah seorang warga setempat menyampaikan harapannya agar pemerintah segera memberi perhatian serius terhadap persoalan ini.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah. Jembatan ini sangat penting untuk akses lalu lintas dan aktivitas sehari-hari masyarakat,” ujarnya.
Warga juga meminta adanya kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam merealisasikan pembangunan jembatan penghubung tersebut.
Menurut mereka, pembangunan infrastruktur ini bukan hanya menjadi kebutuhan mendesak, tetapi juga solusi jangka panjang untuk keselamatan dan kelancaran mobilitas warga di dua kabupaten.
Selain itu, masyarakat turut berharap adanya perhatian dari pihak perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, yakni PT Triangle Pase Inc.
Diketahui, perusahaan yang bergerak di sektor minyak dan gas tersebut telah lama beroperasi dan memanfaatkan aset sumber daya alam di kawasan itu.
Warga menilai, sebagai perusahaan yang telah bertahun-tahun beraktivitas di wilayah tersebut, PT Triangle Pase Inc diharapkan dapat berkontribusi dalam mendukung pembangunan infrastruktur bagi masyarakat sekitar, termasuk pembangunan jembatan penghubung yang selama ini sangat dibutuhkan.
Ketiadaan jembatan permanen ini dinilai menjadi persoalan mendesak yang membutuhkan solusi konkret.
Masyarakat berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan dapat segera terwujud demi keselamatan, kesejahteraan, serta kelancaran akses transportasi antara Aceh Timur dan Aceh Utara.(Abu Sidiq)













