A1news.co.id|Aceh Utara – Suasana haru dan penuh kebersamaan mewarnai peresmian meunasah di Dusun Ranto Panjang, Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur.
Peresmian tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Timur, Al-Farlaky, serta kiyai HJ. Bakhtiar Nasir, yang turut memberikan arahan dan ceramah dalam kegiatan tersebut.
Meunasah yang diresmikan merupakan sumbangan dari tim AQL Peduli Aceh, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Dusun Ranto Panjang yang sebelumnya kehilangan meunasah akibat banjir bandang.
Bencana tersebut meluluhlantakkan bangunan meunasah hingga lenyap tanpa tersisa, sehingga warga sempat kesulitan memiliki tempat ibadah dan pusat kegiatan keagamaan.
Acara peresmian turut dihadiri oleh staf dan tim Bupati Aceh Timur, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta undangan dari dusun dan desa lain di sekitar wilayah tersebut.
Kehadiran para tamu undangan menambah semarak dan makna kebersamaan dalam momentum bersejarah bagi masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan tarian oleh anak-anak Dusun Ranto Panjang sebagai bentuk penyambutan tamu kehormatan.
Selanjutnya, Kepala Dusun Ranto Panjang membuka acara dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menciptakan suasana yang khidmat dan penuh rasa syukur.
Dalam arahannya, Bupati Aceh Timur, Al-Farlaky, menyampaikan apresiasi atas terbangunnya kembali meunasah yang menjadi pusat ibadah dan aktivitas sosial masyarakat.
Ia mengajak seluruh warga untuk menjaga serta memakmurkan meunasah sebagai sarana memperkuat ukhuwah dan pendidikan keagamaan generasi muda.
Sementara itu, Kiyai HJ. Bakhtiar Nasir Lc., MM. dalam ceramahnya mengajak masyarakat untuk menjadikan musibah banjir yang pernah terjadi sebagai pelajaran berharga untuk memperkuat keimanan dan kebersamaan.
Ia menekankan pentingnya menjadikan meunasah sebagai pusat pembinaan akhlak, tempat mempererat silaturahmi, serta wadah memperkuat persatuan umat.
Beliau juga mengingatkan agar masyarakat senantiasa menjaga semangat gotong royong dan kepedulian sosial, sebagaimana yang telah ditunjukkan dalam proses pembangunan hingga pelaksanaan peresmian meunasah tersebut.
Sebagai bentuk rasa syukur dan kebersamaan, tim AQL Peduli Aceh turut menyembelih dua ekor sapi untuk kebutuhan konsumsi acara.
Warga Dusun Ranto Panjang bergotong royong memasak dan menyiapkan hidangan bagi para tamu undangan, mencerminkan kekompakan serta solidaritas masyarakat.
Salah satu Kepala Dusun Ranto Panjang dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada tim AQL Peduli Aceh atas sumbangan meunasah tersebut.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Aceh Timur dan Kiyai HJ. Bakhtiar Nasir Lc., MM., yang telah hadir dan memberikan motivasi langsung kepada masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan pembangunan meunasah ini. Terima kasih juga kepada Bapak Bupati dan Kiyai Bakhtiar Nasir yang telah hadir dan memberi semangat kepada kami,” ujarnya.
Dengan diresmikannya meunasah tersebut, masyarakat Dusun Ranto Panjang kini kembali memiliki pusat ibadah yang representatif.
Diharapkan, keberadaan meunasah ini menjadi simbol kebangkitan warga pasca banjir bandang serta memperkuat nilai kebersamaan dan keagamaan di tengah masyarakat.(Abu Sidiq)






















