A1news.co.id|Bener Meriah — Gelombang protes terkait dugaan mark up pengadaan daging meugang di Kabupaten Bener Meriah kian menguat.
Dua organisasi, Aliansi Masyarakat Gayo (AMG) dan Himpunan Mahasiswa Gayo (HIMAGA), menyatakan tengah melakukan konsolidasi untuk menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati Bener Meriah.
Rencana aksi ini mencuat setelah pernyataan Kepala Dinas Pertanian, Uswatun Hasanah, yang mengungkapkan adanya anggaran sekitar Rp4,55 miliar dalam pengadaan daging meugang yang dinilai berlebih dan akan dikembalikan. Pernyataan tersebut justru memicu tanda tanya di tengah masyarakat.
Koordinator AMG, Sinar Harapan, menegaskan persoalan ini harus dibuka secara transparan. Ia menilai ada sejumlah kejanggalan, mulai dari proses pengadaan hingga fakta di lapangan yang menunjukkan masih adanya masyarakat yang belum menerima bantuan daging secara merata.
“Kami meminta penjelasan terbuka, termasuk soal spesifikasi pengadaan dan alasan kelebihan anggaran itu bisa terjadi,” tegasnya.
Senada, Ketua HIMAGA, Jamaliga, menyatakan pihaknya siap berkolaborasi dengan AMG untuk mendesak keterbukaan pemerintah daerah agar polemik ini tidak berkembang menjadi spekulasi liar.
Saat ini kedua organisasi masih mematangkan agenda aksi dan menggalang dukungan lintas elemen masyarakat.
Mereka menegaskan, transparansi dan akuntabilitas adalah kunci agar kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah tetap terjaga.(*)













