A1news.co.id|Nagan Raya- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Nagan Raya kembali menyoroti persoalan yang dinilai terus berlarut-larut di RSUD Sultan Iskandar Muda, terutama terkait sistem parkir yang dianggap membebani keluarga pasien.
Ketua Umum HMI Cabang Nagan Raya yang diwakili Irwan Saputra, Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah, menyampaikan bahwa keluhan tentang biaya dan pengelolaan parkir kerap diterima dari masyarakat.
Menurutnya, keluarga pasien yang datang dalam kondisi darurat seharusnya tidak lagi dibebani dengan persoalan tambahan di luar urusan kesehatan.
Rumah sakit adalah tempat orang mencari kesembuhan. Jangan sampai keluarga pasien justru merasa terbebani oleh sistem parkir yang tidak tertata dan terkesan memberatkan secara ekonomi, ujar Irwan.
Ia menilai, persoalan parkir bukan sekadar teknis, tetapi mencerminkan lemahnya tata kelola dan pengawasan.
Jika tidak ada transparansi dalam pengelolaan serta kejelasan tarif, maka wajar publik mempertanyakan komitmen manajemen dalam menghadirkan pelayanan yang humanis.
Selain masalah parkir, HMI juga menyinggung persoalan pelayanan yang dinilai lamban dan kurang responsif. HMI menegaskan bahwa masalah-masalah tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa solusi yang konkret.
HMI Cabang Nagan Raya mendesak Pemerintah Kabupaten Nagan Raya untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen RSUD Sultan Iskandar Muda.
Jika kepemimpinan dinilai tidak mampu membenahi persoalan yang membebani masyarakat, maka pencopotan Direktur Utama dianggap sebagai langkah yang patut dipertimbangkan demi mengembalikan kepercayaan publik.
Jangan sampai rakyat kecil yang sedang sakit harus menanggung beban tambahan di luar kemampuan mereka, tutup Irwan.(*)













