A1news.co.id|Bener Meriah – Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, melakukan peninjauan langsung terhadap masyarakat yang saat ini menempati hunian sementara (huntara), Kamis (26/3/2026).
Berdasarkan data di lapangan, jumlah warga yang menempati huntara di Kecamatan Pintu Rime Gayo mencapai 77 kepala keluarga (KK).
Mereka tersebar di dua kemukiman, yakni permukiman Tugu RRI Rimba Raya sebanyak 36 KK dan permukiman Datu Derakal sebanyak 41 KK.
Kehadiran Forkopimcam ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi masyarakat yang masih tinggal di hunian sementara sambil menunggu pembangunan hunian tetap (huntap).
Camat Pintu Rime Gayo, Mulyadi, S.Pd., M.Si., dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapannya agar masyarakat tetap bersabar dan tabah dalam menghadapi situasi saat ini.
Ia menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya agar pembangunan hunian tetap dapat segera direalisasikan.
“Kami berharap seluruh masyarakat yang saat ini tinggal di huntara dapat bersabar. Pemerintah akan terus berupaya agar hunian tetap bisa segera terwujud,” ujar nya.
Sementara itu, Kapolsek Pintu Rime Gayo, AKP Suci, S.H., turut memberikan imbauan kepada masyarakat melalui pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Ia mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan hunian sementara(Huntara).
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga situasi yang aman dan kondusif di lingkungan huntara, serta saling menghormati antar warga,” kata AKP Suci.
Di sela kegiatan tersebut, Kepala Puskesmas Blang Rakal, Marwan, S.K.M., juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan selama berada di hunian sementara.
Ia menekankan agar warga selalu menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah timbulnya penyakit.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan di sekitar huntara, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, agar kondisi kesehatan tetap terjaga,” ujar nya
Peninjauan ini diharapkan dapat memberikan semangat serta rasa kepedulian kepada masyarakat yang saat ini masih berada di hunian sementara, sekaligus memastikan kondisi sosial, keamanan, dan kesehatan warga tetap terjaga hingga mereka menempati hunian tetap di masa mendatang.(*)






















