A1news.co.id|Banda Aceh – Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Aceh mengecam keras maraknya konten berlabel “Fuji Arab” atau “Furab” yang beredar luas di media sosial.
Organisasi kepemudaan Islam ini menyebut fenomena tersebut sebagai ancaman serius terhadap pembentukan karakter generasi muda bangsa.
Ketua Umum PW PII Aceh, Mohd Rendi Febriansyah, dalam pernyataan resminya yang diterima redaksi, Selasa (1 April 2026), menyatakan bahwa konten-konten tersebut tidak hanya menyesatkan, melainkan juga secara sistematis merusak nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
“Kami melihat dengan prihatin bagaimana isu Fuji Arab (Furab) ini dimanfaatkan oleh sebagian pihak untuk mempromosikan narasi dan tayangan yang bertentangan dengan akhlak mulia.
Media sosial yang seharusnya menjadi sarana dakwah dan pendidikan justru dijadikan alat untuk menjerumuskan generasi muda ke dalam budaya hedonisme, vulgaritas, dan penyimpangan nilai,” tegas Mohd Rendi Febriansyah.
Ia menambahkan bahwa generasi pelajar dan mahasiswa sebagai penerus bangsa saat ini sedang dihadapkan pada gempuran informasi yang tidak terkendali.
Menurutnya, tanpa filter yang kuat, konten semacam ini berpotensi melemahkan iman, merusak akhlak, serta menggerus semangat keislaman dan keindonesiaan.
“PW PII Aceh menyerukan kepada seluruh pelajar, mahasiswa, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga generasi bangsa.
Kami mengajak para pemuda Aceh untuk lebih selektif dalam mengonsumsi konten digital dan kembali memperkuat literasi keagamaan serta pemahaman terhadap ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mohd Rendi Febriansyah menyatakan bahwa PW PII Aceh akan terus melakukan upaya preventif dan edukatif.
Organisasi ini berencana menggelar serangkaian kegiatan internal berupa kajian akhlak, workshop literasi digital, serta kampanye anti-konten destruktif di kalangan pelajar dan mahasiswa se-Aceh.
“Generasi muda adalah investasi masa depan bangsa. Kita tidak boleh diam ketika ada upaya sistematis yang ingin merusaknya.
PW PII Aceh siap menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah akhlak dan nilai-nilai luhur bangsa,” pungkasnya.
Pernyataan PW PII Aceh ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan di Aceh yang selama ini prihatin dengan tren konten media sosial yang dinilai semakin tak terkendali.(*)






















