A1news.co.id | RIAU ||Gereja di wilayah Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, dipastikan aman selama perayaan Paskah pada Minggu, 5 April 2026. Kegiatan pengamanan dilakukan oleh personel Polsek Pangkalan Kuras, dibantu pengurus gereja, untuk memastikan kelancaran ibadah umat Kristiani.
Kapolsek Pangkalan Kuras, Kompol Rinaldi Parlindungan, S.H., melalui laporan resminya kepada Kapolres Pelalawan, menyebutkan bahwa total ada 21 gereja yang mendapat pengamanan, dengan jumlah jemaat yang bervariasi antara 20 hingga 300 orang.
“Selama kegiatan ibadah berlangsung, situasi tetap aman dan kondusif. Personel Polri bekerja sama dengan pengurus gereja untuk sterilisasi lokasi dan lingkungan sekitar, serta melakukan patroli dan pendampingan pengecekan barang bawaan jemaat,” kata Kompol Rinaldi.
Beberapa gereja yang menjadi fokus pengamanan antara lain:
• Gereja GPdI Kemang, Desa Kemang: Ibadah Paskah dengan 120 jemaat dan pengkhotbah Pdt. Tompunu S.Th.
• Gereja GKI Imanuel Engkolan: Sekitar 180 jemaat hadir dengan pengkhotbah Pdt. AG Sinyong Maromon, S.Th.
• Gereja GPdI Maranatha Engkolan: Sekitar 200 jemaat mengikuti perayaan Paskah.
• Gereja HKBP Parsaoran Engkolan: Jumlah jemaat mencapai 300 orang dengan pengkhotbah Pdt. Idaman Manalu, S.Th.
Selain itu, puluhan gereja lain di wilayah Kelurahan Sorek Satu dan Desa Kesuma juga dipantau oleh personel Polri, dengan koordinasi pengurus gereja untuk sterilisasi dan patroli rutin.
Kompol Rinaldi menjelaskan, pengamanan ini dilakukan dengan jumlah personel bervariasi, mulai dari satu hingga dua anggota per gereja, tergantung jumlah jemaat dan lokasi. Tidak ada kejadian menonjol yang mengganggu jalannya ibadah.
“Pengamanan yang dilakukan merupakan wujud nyata dari prinsip melindungi, menyejahterakan, dan menjaga marwah,” ujarnya.
Kegiatan PAM Gereja ini juga menjadi momentum penguatan sinergi antara Polri, pengurus gereja, dan masyarakat dalam menjaga keamanan ibadah umat Kristiani di Kabupaten Pelalawan.






















