A1news.co.id|Aceh Utara– Hujan lebat disertai angin kencang terjadi di desa Parang Sikureng dan Simpang Rangkaya Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara Kamis sekitar pukul 16.30 WIB.
Akibat tiupan angin yang sangat kencang yang diperkirakan kecepatan 70 km/jam merusak sejumlah bangunan pondok dan kios para pedagang di sepanjang jalan Line Pipa peninggalan Exxon Mobil Oil.
Menurut saksi mata Mansur (34) yang sempat mengabadikan peristiwa alam ini mengatakan angin mulai bertiup kencang dari arah Utara menuju selatan disertai hujan lebat telah merusak sejumlah kios pedagang makanan sepanjang 2 km dipinggiran jalan Line Pipa.
Banyak bangunan yang roboh menimpa mobil dan sepeda motor yang parkir disekitar pondok warung kopi dan warung jajanan begitu juga dengan atap rumah dan kios banyak yang berterbangan.
Dalam insiden ini tidak ada korban jiwa tapi korban luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan sudah mulai berdatangan ke Puskesmas.
Nova (38) petugas kesehatan yang bertugas di Puskesmas Tanah Luas ketika di hubungi awak media mengatakan, pasien yang datang berobat pasca musibah angin kencang dengan keluhan luka robek di kaki dan tangan akibat tertimpa reruntuhan bangunan akibat angin kencang.
Semua warga yang datang berobat ke Puskesmas hanya mengalami luka ringan dan langsung bisa pulang.Banya berobat jalan.Tidak ada warga yang rawat inap akibat musibah ini,kata Nova.
Seorang warga yang gak mau disebut namanya mengatakan musibah ini adalah akibat ulah manusia dan teguran dari Allah SWT yang orang berjualan sepanjang jalan Line Pipa yang sudah menjamur tidak mengindahkan panggilan sholat ketika azan berkumandang dari mesjid,mereka terus melayani pembeli tanpa mau menutup usahanya.
Ini semua jadi peringatan kepada kita bahwa uang juga di cari tapi jangan tinggalkan sembahyang,kata ibuk ini menutup pembicaraannya.(Din)






















