A1news.co.id|Blangkejeren– Pernyataan Bustami pada sebuah jumpa pers terkait pemilihan Gubernur Aceh telah memancing reaksi tajam dari Hendri Sagoe, seorang tokoh muda yang merupakan anak dari pejuang Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang kini menjabat sebagai pimpinan Sagoe Belang Kejeren.
Kritik ini disampaikan menyusul beredarnya video yang menampilkan pernyataan kontroversial Bustami yang mengatakan, “Mereka nggak sekolah kok.”
Hendri Sagoe ,anak dari seorang Kombatan GAM yg berasal dari Aceh Utara yg pernah di tahan tahun 2002, di kodim Aceh tenggara dan kini tinggal di Gayo Lues, mengecam dengan keras pernyataan Bustami yang dianggapnya merendahkan mantan kombatan GAM.Kamis(21/11/2024)
Hendri Sagoe menjelaskan bahwa anak-anak dari mantan pejuang GAM telah menjalani pendidikan mulai dari Sekolah Dasar hingga perguruan tinggi, dan mereka tetap siap berjuang untuk kepentingan Aceh.
Dia menyatakan kekecewaannya atas pernyataan Bustami calon gubernur aceh ini yang menggambarkan veteran GAM sebagai orang-orang yang kurang berpendidikan.
Sagoe dengan tegas menyatakan bahwa Aceh telah merasakan dampak positif dari perjuangan pejuang GAM, termasuk ayah-ayah mereka yang dianggap sebagai pahlawan bagi rakyat aceh, Tuturnya.
Kontroversi yang dihasilkan oleh pernyataan Bustami menyorot perbedaan sudut pandang antara pihak yang terlibat dalam konflik Aceh di masa lalu, seperti GAM, dengan pemangku kepentingan lain dalam masyarakat Aceh.
Pentingnya menghormati serta mengakui peran serta perjuangan yang telah dilakukan oleh mantan kombatan GAM dan keluarga mereka dalam memperjuangkan hak-hak serta kepentingan rakyat Aceh.
Perjalanan Aceh pasca-konflik juga menunjukkan betapa peran mantan kombatan GAM masih relevan dalam membangun masa depan provinsi ini.
Konflik bersenjata di Aceh telah membawa dampak yang mendalam tidak hanya selama konflik itu berlangsung, tetapi juga dalam tranformasi politik serta sosial masyarakat Aceh setelah kesepakatan perdamaian.
Peningkatan kesadaran akan pentingnya merawat sejarah dan menghormati kontribusi para pejuang GAM menjadi salah satu kunci untuk membangun perdamaian yang berkelanjutan di Aceh.(SH)






















