A1news.co.id|Blangkejeren – Setelah sekian lama masyarakat Desa Pining Besar, Kecamatan Pining Kabupaten Gayo Lues-Aceh. Menantikan terealisasi program ketersediaan air bersih yang cukup, dan layak untuk dikonsumsi, tentunya.
“ML” warga desa Pinding Besar, saat ditemui wartawan mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Bupati Gayo Lues, melalui Dinas Praswil Kabupaten Gayo Lues, yang telah mengimplementasikan mimpi masyarakat Pinding, agar dapat mengonsumsi air bersih sampai ke rumah-rumah mereka. Ujarnya.

Tetapi fakta dilapangan sangat disesalkan/ masyarakat desa Pinding Besar sangat kecewa dan resah.
Karena kegiatan yang dilaksanakan pihak rekanan, terkesan asal-asalan, kini menimbulkan kehebohan, serta tanda tanya warga yang sangat membutuhkan air bersih.
Adapun pasalnya,”pipa jaringan yang mengalirkan air bersih dari bak penampungan air yang berjarak kurang lebih 1 (satu) kilo meter dari Desa Pinding Besar itu.
“Terlihat muncul seperti ular disisi ruas jalan lintas Desa Lesten” apa seperti ini spesifikasi proyek peningkatan SPAM jaringan perpipaan, tanya “ML” kepada awak media a1news.co.id. Senin 28-01-2025.
Pantauan awak media dilapangan, kegiatan peningkatan SPAM jaringan Perpipaan yang dilaksanakan pihak rekanan dengan pagu sebesar Rp 594.119.000.- (lihat gambar papan plang kegiatan ), patut diduga ada “Permainan, Tanda Kutip”
Dan saat wartawan menemui seorang warga yang tidak ingin namanya dipublikasikan, berharap kepada Aparat Penegak Hukum (APH), baik institusi “Kejaksaan maupun Kepolisian resort Kabupaten Gayo Lues, diharapkan segera melidik dugaan “Kongkalikong Oknum pelaksana dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebagai penanggung jawab kegiatan.
Serta oknum Dinas Praswil Gayo Lues yang telah menerbitkan surat PHO, serta konsultan pengawas pelaksanaan proyek peningkatan SPAM jaringan perpipaan, Harapnya.
Selanjutnya warga Kecamatan Pining Besar, sebagai penerima manfaat meminta pihak yang berkompeten/ Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, mem blacklist Perusahaan yang terbukti menyalahi kontrak kerja dalam melaksanakan kegiatan Proyek SPAM jaringan perpipaan itu.
Terkait hal diatas maka sudah selayaknya negara memberikan sanksi berat kepada pelaku “tangkap dan penjarakan para oknum-oknum berkerah putih yang “diduga” menerima “FEE /Gratifikasi ”
“Pelaksanaan Proyek air bersih/SPAM Jaringan Perpipaan di desa Pinding itu, patut diduga tidak sesuai spesifikasi. (Lihat gambar)”
Program Proyek air bersih dambaan masyarakat Pining Besar, yang telah menelan anggaran APB-K ratusan juta uang rakyat Gayo Lues, diduga dapat lolos dari pengamatan Tim Verifikasi (PHO) pihak Dinas Praswil Gayo Lues, layak juga diduga adanya “Pat Gulipat”.
Syahrul.ST.MT Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Gayo Lues, saat dikonfirmasi awak media lewat aplikasi WA 0852 7528 XXXX menyebutkan, Proyek Peningkatan SPAM Jaringan Perpipaan itu.
Oknum PPK nya Suryanto.ST.MT, dan sewaktu pihaknya melakukan PHO, Suryanto juga turut serta kelapangan, jelas Syahrul via aplikasi WA.29-01-2024.
Syahrul menjelaskan penyebab munculnya pipa jaringan air kepermukaan, dikarenakan tanah penimbunan pipa, tergerus air hujan yang mengalir kencang.
Sehingga tanah penimbun pipa hanyut bersama air hujan dan Syahrul sudah memerintahkan untuk ditimbun kembali, tambahnya.
Dan pada waktu yang terpisah. Suryanto.ST.MT Kepala bidang Cipta Karya, yang juga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek SPAM Jaringan Perpipaan, ketika dikonfirmasi Wartawan via aplikasi WA 0852 7557 XXXX miliknya. Rabu pukul 19.34, tanggal 29-01-2025, tidak ada tanggapan alias aksi bungkam.
Adapun kalimat yang Konfirmasinya awak media diantaranya :
a. Berapa panjangnya jaringan Pipanisasi yang dikerjakan rekanan?
b. Siapa petugas Praswil yang bertugas Sebagai penerima kelayakan kegiatan tersebut (PHO).?
c. Dan siapa Oknum Konsultan Pengawas Proyek tersebut?.
Suryanto.ST.MT hanya membaca WA awak media, tetapi tidak berkomentar, terkesan Suryanto alergi atas konfirmasinya Wartawan.
Menurut warga setempat yang berinisial “AW”, guna mengalirkan air sampai kerumah warga.
Dibutuhkan pipa 3200 meter panjangnya untuk sampai ke perkampungan, tetapi jaringan pipa yang dikerjakan rekanan hanya 3000 meter, sehingga masyarakat tidak dapat menikmati air bersih sampai ke rumah-rumah.
Mirisnya warga apabila ingin air bersih sampai kerumahnya, harus merogoh kocek membeli pipa ukuran satu inci dan disambungkan ke bak penampungan milik desa yang berada di belakang kampung, sehingga warga setempat tidak dapat menikmati air bersih, bang. Ucap AW Selasa 04-02-2025.
Pihak pelaksana kegiatan pemasangan jaringan pipa, tidak membangun bak penampungan air didalam desa bang.
“Artinya kegiatan peningkatan SPAM Jaringan Perpipaan itu tidak sesuai dengan awal perencanaan masyarakat sebelumnya bang, dan setahu ia untuk ukuran kedalaman pipa ditanam setinggi 70 cm dari permukaan tanah, tambah AW kecewa.
Bersambung. (Aceh l)






















