A1news.co.id|Takengon – Mitos atau pakta kemunculan gajah putih akhir akhir ini di kabupaten bener meriah kawasan Ulu Naron Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah.
Ada yang mengaitkan dengan penobatan Zhuhursyah yang mengaku penerus Reje Linge.
Dan beragam reaksi pendapat menjadi bahan perbincangan bertanda baik atau buruk kah?atas kemunculan tersebut.
Dengan tampa mengabaikan sejarah gajah putih, di masa lampau memang pernah ada.
Namun kemunculan gajah putih di beberapa pekan terakhir ini beragam pendapat dan pandangan.
Ada yang memberikan pandangan nya akan ada tanda- tanda kemakmuran kemajuan keberkahan.
Di sisi lain juga ada yg berpandangan dan berpendapat sebuah peringatan tanda-tanda akan kemunduran akhlak adat istiadat dan budaya.
Saya Sengeda Lingga mengatakan tidak mau terjebak terlalu jauh atas hal tersebut, terlepas benar ada tidak nya muncul gajah putih tersebut, bisa saja gajah tersebut mandi lumpur, bahasa Gayo nya bertunah, mengigat gestur tanah di area lokasi tersebut banyak titik area tanah liat putih dan rawa.
“Allah bishawab
Namun karena kemunculan gajah putih tersebut sudah viral di kait kan dengan penobatan zhuhursyah sebagai Reje Linge ke XXl.
Maka saya Sengeda Lingga sebagai bagian keturunan dan cucu dari Reje Linge XVIII Abdul Munthalip merasa terpanggil untuk meluruskan hal tersebut.
1. Penobatan muniken ni Reje Zhuhursyah masih dalam konflik internal keluarga besar keturunan yang tidak ikhlas kalau zhuhursyah penerus Reje Linge XXI, karena keluarga besar keturunan masih ada hidup dan masih ada yang mampu untuk meneruskan Reje Linge XXl.
Dan yang memenuhi syarat syarat yang layak yang sudah sesuai dengan silsilah dan trah dan yang tidak kalah penting nya adalah tidak melanggar tradisi adat istiadat keturunan orang Gayo Linge khususnya.
Bagai mana mungkin kemunculan gajah putih tersebut akan mendatangkan kemakmuran, sementara penobatan Zhuhursyah sendiri tidak ada kesepakatan dan ridho dari keluarga keturunan karena di anggap melanggar adat istiadat dan silsilah keturunan yg selama ini di anggap sakral dan di hormati keluarga besar keturunan, “Itu Pakta Adanya”
2. Dengan ambisi dan keegoan Zhuhursyah melakukan menobatkan nya sebagai Reje Linge XXl sudah melukai hati saudara keturunan nya sendiri, karena sudah ada unsur penistaan terhadap silsilah adat istiadat Gayo tanah leluhur kami buntul Linge khusus nya, “Itu Fakta Adanya”.
Yang sudah di lakukan, sekali lagi terkait muncul nya gajah putih, tergantung akal nalar dan ketaqwaan seseorang menterjemahkan dan menafsirkan nya seperti apa.
Allah bishawab jangan sampai hal tersebut mengganggu akidah keislaman dan keimanan kita untuk takwa beribadah kepada allah SWT mengigat bulan ini juga berkaitan dengan bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah.(AB)






















