A1news.co.id|Nagan Raya – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Nagan Raya mendesak pemerintah daerah maupun pusat untuk segera mengambil langkah tegas dalam menertibkan aktivitas tambang ilegal yang marak terjadi di wilayah Kabupaten Nagan Raya.
Aktivitas tambang tanpa izin tersebut dinilai telah menimbulkan kerusakan lingkungan serius, mulai dari rusaknya ekosistem sungai, turunnya hasil panen masyarakat, hingga mengancam keselamatan warga.
Muhammad agus Rifa’i Ketua Umum HMI Cabang Nagan Raya, menegaskan bahwa tambang ilegal telah mengubah kondisi alam secara drastis.
Sungai-sungai yang dulunya jernih kini berubah keruh, sehingga tidak lagi layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari maupun mengairi sawah.
Akibatnya, para petani di sejumlah kecamatan mulai mengeluhkan turunnya hasil panen padi karena sawah kekurangan air bersih dan tanah tidak lagi subur seperti sebelumnya.
Ia meminta pemerintah jangan tutup mata terhadap aktivitas tambang ilegal ini. Sungai yang tercemar tidak hanya merusak ekosistem, tapi juga berdampak langsung pada kehidupan petani.
Jika dibiarkan, masyarakat akan terus menanggung kerugian, baik dari segi ekonomi maupun kesehatan, tegas Agus.
Selain itu, aktivitas tambang ilegal juga menyebabkan infrastruktur desa cepat rusak, memicu potensi banjir, dan menimbulkan ketidak adilan ekonomi karena hasil tambang tidak memberi kontribusi bagi daerah.
HMI menilai lemahnya pengawasan dan penindakan hukum telah memberi ruang bagi oknum-oknum tertentu untuk meraup keuntungan di atas penderitaan masyarakat kecil.
Sebagai solusi, agus mendorong pemerintah untuk segera melakukan penertiban terpadu dengan melibatkan aparat penegak hukum, dinas terkait, dan masyarakat.
Pemerintah juga perlu mempercepat regulasi terkait legalisasi tambang rakyat yang ramah lingkungan, sehingga masyarakat tetap bisa bekerja tanpa merusak sungai, merugikan petani, dan mengancam masa depan daerah, Tutupnya.(*)






















