A1news.co.id|Bireuen– Dalam rangka membantu warga binaan pemasyarakatan memperkuat iman dan ketakwaan, meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran, dan membentuk kepribadian yang lebih baik selama menjalani masa hukuman,
Lapas Kelas IIB Bireuen bekerja sama dengan Dinas Syariat Islam (DSI) Kabupaten Bireuen memberikan pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Salah satu kegiatan pembinaan keagamaan yang diberikan pada hari ini yaitu pelatihan Tahsinul Quran dengan tema “Melalui Pembinaan Syariat Islam dan Penyebaran Informasi Keislaman di Lapas Kelas IIB Bireuen Kita Tingkatkan Kemampuan Tahsinul Quran Terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)”.
Kegiatan bertempat di Musala Lapas Bireuen, dibuka oleh Kepala Dinas Syariat Islam Bireuen, Bapak Dr. H. Jufliwan, S.H.,MM., yang didampingi langsung oleh Kepala Lapas Bireuen, Bapak Abas Ruchandar serta Kasi Binadikgiatja, Bapak Feri Panji Iskandar.
Selain itu, hadir pula Kabid Bina Syariah dan Akhlak, Israwati, SKM beserta sejumlah jajaran dari Dinas Syariat Islam Kab. Bireuen.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Syariat Islam Bireuen, menyampaikan program pembinaan ini merupakan bentuk pengabdian pihaknya terhadap seluruh masyarakat termasuk Warga Binaan yang ada di Lapas,
Sehingga dengan pembinaan ini warga binaan diharapkan dapat meneruskan ilmu ketika kembali ke lingkungan masyarakat.
“Semoga kegiatan pembinaan yang diberikan dapat meningkatkan kemampuan membaca al-quran dan mempertahankan iman dan beribadah sesuai anjuran agama,” harapnya.
Hal senada juga disampaikan Kalapas Bireuen, Abas Ruchandar, yang juga menjadi salah satu pemateri bersama Tgk. Dr. Saifuddin, M.A. Beliau mengatakan kegiatan tersebut merupakan komitmen pihaknya untuk terus mendorong warga binaan agar menjadi manusia yang lebih baik,
Terutama melalui hal-hal yang berkaitan dengan keagamaan, kami akan terus mengisi mereka dengan ilmu pengetahuan tentang agama, ibadah, dan akhlak,” ucap Kalapas.
Oleh karena itu, mendukung program tesebut Lapas Bireuen dan Dinas Syariat Islam Kabupaten Bireuen telah menanda tangani Perjanjian Kerja Sama (MoU) terkait pelaksanaan pembinaan keagamaan bagi warga binaan di Lapas,
Sehingga dengan adanya MoU tersebut, pembinaan terhadap warga binaan dapat terus berlanjut kedepannya.
Lebih lanjut Kalapas menyampaikan kegiatan akan berlangsung selama empat hari kerja, mulai tanggal 19, 22, 26, dan 29 Februari 2024 dengan pemateri yang berbeda, setiap pertemuan akan dibagi kelompok dengan masing-masing peserta sebanyak 30 orang warga binaan.
Kegiatan pembinaan keagamaan Islam berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan aturan yang berlaku.(Red)






















