A1news.co.id | RIAU || Aksi unjuk rasa Forum Pemuda Mahasiswa dan Masyarakat Dundangan (FPMD) di Distrik Sorek, Pangkalan Kuras, Senin (24/11/2025), berlangsung aman setelah Polres Pelalawan dan Polsek Pangkalan Kuras menerjunkan 65 personel gabungan untuk pengamanan terbuka dan tertutup.
Kapolsek Pangkalan Kuras, AKP Rinaldy Parlindungan, mengatakan sejak pagi polisi sudah melakukan pemantauan massa di titik kumpul Taman Kreatif Dundangan. “Sejak awal, pengamanan dilakukan secara humanis untuk memastikan penyampaian aspirasi berjalan tertib,” ujarnya.
Aksi dimulai pukul 09.45 WIB dengan jumlah peserta sekitar 30 orang. Massa bergerak menuju pintu masuk PT Arara Abadi sambil membawa spanduk dan menyampaikan tuntutan terkait rekrutmen tenaga kerja lokal, CSR, konflik lahan, hingga pembayaran bagi hasil kemitraan HTPK.
Polisi Fasilitasi Mediasi hingga Bertemu Manajemen Perusahaan
Situasi sempat memanas ketika massa meminta pihak manajemen PT Arara Abadi Kantor Perawang hadir langsung. Namun polisi segera melakukan pendekatan dialogis untuk meredam emosi massa dan mengarahkan jalur penyelesaian melalui mediasi resmi.
Pukul 11.25 WIB, atas koordinasi Polres Pelalawan, dilakukan pertemuan mediasi antara perwakilan FPMD dan manajemen perusahaan.
Mediasi dipimpin langsung oleh:
• Kabag Ops Polres Pelalawan AKP Yulhairi
• Kasat Intelkam
• Kasat Samapta
• Kapolsek Pangkalan Kuras AKP Rinaldy Parlindungan
Kehadiran polisi memungkinkan proses komunikasi berjalan lancar dan tertib hingga seluruh poin tuntutan dibahas satu per satu.
“Tujuan kami memastikan dialog berjalan tanpa intimidasi dan tanpa gangguan. Semua pihak bisa menyampaikan pendapat secara terbuka,” kata AKP Yulhairi.
Aksi Berakhir Aman Berkat Pengamanan Ketat
Setelah berlangsung hampir enam jam, kegiatan unjuk rasa diakhiri sekitar pukul 15.45 WIB. Korlap aksi menyatakan kegiatan selesai dan massa langsung membubarkan diri dengan tertib.
Kabag Log Polres Pelalawan Kompol Sahardi memimpin langsung pasukan yang melakukan penjagaan di beberapa ring pengamanan. Polisi juga mengatur arus lalu lintas untuk mencegah kemacetan di area perusahaan.
“Seluruh rangkaian berjalan aman, situasi terkendali, dan tidak ada tindakan anarkis,” ujar Rinaldy.
Polres Pelalawan menegaskan akan terus mengedepankan pendekatan persuasif setiap kali terjadi aksi masyarakat, sekaligus memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan.






















