A1news.co.id|Takengon – Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Takengon, Rusli telah melaksanakan koordinasi dan kunjungan kerja intensif ke sejumlah Instansi dan Mitra Kerja di wilayah Aceh Tengah, menyikapi dampak serius dari bencana alam banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh.
Kunjungan koordinasi ini menjadi langkah proaktif Rutan memastikan keberlangsungan operasional dan keamanan layanan pemasyarakatan di tengah situasi kedaruratan daerah.
Di Kantor Bupati Aceh Tengah, Kepala Rutan disambut langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Drs. Mursyid, M.Si. Pertemuan dengan Sekda secara spesifik membahas tiga isu krusial: ketersediaan bahan makanan untuk WBP pasokan logistik terganggu, masalah listrik yang padam dan mengganggu sistem keamanan.
Serta kebutuhan mendesak akan air bersih untuk sanitasi dan konsumsi. Sekda menyambut baik inisiatif koordinasi tersebut dan menjanjikan dukungan penuh dari Pemda untuk mengatasi masalah logistik dan infrastruktur dasar Rutan.
Bapak Rusli juga melakukan koordinasi ke Kejaksaan Negeri Aceh Tengah. Beliau disamput langsung oleh Kajari Aceh Tengah, Bapak Hendri Yanto.
Dalam pertemuan ini, membahas terkait jadwal sidang atau administrasi penahanan, serta penanganan terhadap bahan makanan untuk warga binaan.
Setelah dari Kejaksaan, kegiatan di lanjutkan dengan melakukan koordinasi ke Polres Aceh Tengah, disambut langsung oleh Bapak A.Yani untuk bertemu Kapolres Aceh Tengah, Bapak Muhammad Taufik.
Dan membahas terkait keamanan untuk menjaga stabilitas Kamtibmas di Rutan dan di lingkungan sekitar.
Melalui koordinasi lintas sektoral yang cepat dan efektif ini, Kepala Rutan Takengon menunjukkan komitmen institusi untuk menjamin hak-hak WBP dan stabilitas operasional, bahkan dalam situasi bencana.
Hasil dari koordinasi ini diharapkan segera menghasilkan langkah-langkah nyata, seperti percepatan penyaluran bantuan logistik dari Pemda, perbaikan sementara infrastruktur utilitas, dan penguatan pengamanan.
Laporan ini disampaikan sebagai atensi Pimpinan dan bentuk pertanggungjawaban atas upaya mitigasi risiko pasca-bencana di Rutan Takengon.(WD)






















