A1news.co.id|Takengon — Di Desa Kenawat, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, bencana banjir dan tanah longsor tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga jejak trauma yang masih terasa hingga hari ini.
Setiap hujan turun, sebagian warga kembali diliputi kecemasan. Namun di tengah keterbatasan dan rasa was was itu, hadir kepedulian yang menumbuhkan harapan.
Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta bersama PMI Kabupaten Aceh Tengah mengerahkan berbagai layanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak.
Kehadiran PMI bukan sekadar respons darurat, melainkan wujud komitmen untuk mendampingi masyarakat Desa Kenawat dalam proses pemulihan yang panjang dan berkelanjutan.
Layanan yang diberikan mencakup pelayanan kesehatan, dukungan psikososial, serta distribusi bantuan logistik.
Setibanya di lokasi, tim PMI Provinsi DKI Jakarta langsung berkolaborasi dengan PMI Kabupaten Aceh Tengah untuk membuka layanan kemanusiaan terpadu bagi warga.
Pelayanan kesehatan difokuskan pada warga yang mengalami gangguan kesehatan pascabencana, sementara promosi kesehatan dilakukan untuk mencegah munculnya penyakit menular yang kerap mengintai di situasi darurat.
Langkah ini menjadi penting untuk menjaga daya tahan masyarakat di tengah kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih.
Tak kalah penting, dukungan psikososial diberikan terutama kepada anak-anak dan kelompok rentan.
Trauma akibat bencana masih membekas di benak warga. Rasa takut saat hujan turun, suara gemuruh tanah, hingga kekhawatiran akan longsor susulan menjadi bagian dari keseharian yang harus mereka hadapi.
Melalui kegiatan psikososial, PMI berupaya memulihkan rasa aman, menenangkan pikiran, dan menumbuhkan kembali semangat hidup masyarakat.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi DKI Jakarta, Budhi Pranoto, menegaskan bahwa kehadiran PMI di Desa Kenawat merupakan bagian dari komitmen jangka panjang.
“Kami tidak datang hanya untuk menyalurkan bantuan darurat. Kehadiran PMI adalah bentuk pendampingan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar pulih dan mampu bangkit kembali,” ujarnya.
Selain layanan kesehatan dan psikososial, PMI juga menyalurkan bantuan logistik berupa kebutuhan pokok yang bersumber dari kepedulian masyarakat dan para donatur.
Bantuan tersebut menjadi penopang bagi warga untuk bertahan sekaligus melanjutkan proses pemulihan kehidupan sehari-hari.
Budhi Pranoto menambahkan, sesuai arahan Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla, operasi kemanusiaan PMI dalam penanganan bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera direncanakan berlangsung hingga Desember 2026.
Pemulihan dilakukan secara bertahap, mulai dari pemenuhan layanan dasar, pemulihan psikososial, hingga pendampingan jangka panjang bagi masyarakat terdampak.
“Dukungan berkelanjutan dari para donatur menjadi sangat krusial. Bantuan hari ini bukan hanya untuk bertahan hidup, tetapi untuk memastikan proses pemulihan berjalan hingga masyarakat benar-benar bangkit,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Posko Bencana Desa Kenawat, Al Huda, menyampaikan bahwa bencana banjir dan tanah longsor berdampak pada 36 Kartu Keluarga (KK) dengan 121 unit rumah mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat.
Selain merusak rumah warga, longsoran tanah juga sempat menutup akses jalan utama yang menjadi jalur vital aktivitas masyarakat.
“Alhamdulillah, penanganan darurat sudah mulai berjalan. Akses jalan yang sebelumnya tertimbun longsoran kini perlahan ditangani oleh Pemerintah Daerah bersama perangkat desa,” ujar Al Huda.
Ia menjelaskan, bantuan logistik yang masuk ke Desa Kenawat berasal dari berbagai unsur, antara lain Danramil, Palang Merah Indonesia (PMI), serta pihak Kecamatan.
Seluruh bantuan diterima melalui posko dan langsung disalurkan kepada masyarakat yang berhak secara cepat dan tepat sasaran.
Meski demikian, tantangan di lapangan masih cukup besar. Akses jalan dari Takengon menuju Desa Kenawat masih rawan tertutup longsor, terutama saat hujan, sementara jalur penghubung menuju Kecamatan Pegasing hingga kini masih tertutup material longsoran.
“Kami sangat berharap adanya dukungan peralatan berat dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah untuk mempercepat penanganan longsor dan membuka kembali akses jalan yang belum dapat dilalui,” ungkapnya.
Di akhir keterangannya, Al Huda menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, termasuk masyarakat Jakarta yang menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui PMI.
“Alhamdulillah, bantuan dari masyarakat Jakarta telah kami terima dan langsung kami salurkan kepada warga terdampak.
Atas nama masyarakat Desa Kenawat, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian dan solidaritas yang diberikan. Bantuan ini menjadi kekuatan bagi kami untuk terus bertahan dan bangkit,” tutupnya.(*)






















