A1news.co.id|Takengon – Dua kali barang di terlantarkan di Bandara Rembele, perwakilan petani dan beberapa pemilik barang tuntut tanggung jawab Asosiasi Petani Aceh Tengah – Bener Meriah
Salah satu Perwakilan Petani dan pengepul yang tidak mau disebut namanya kepada awak media menyampaikan kekecewaannya terhadap Asosiasi Petani Aceh Tengah- Bener Meriah yang telah melancarkan barang yang mau di kirim ke Jakarta via Bandara Rembele.
Dua kali barang pengiriman yang di telantarkan oleh pihak Asosiasi Petani Bersatu Aceh Tengah – Bener Meriah seperti cabe sekitar 6 ton, durian sekitar 8 ton, kentang sekitar 6 ton Kopi sekitar 3 ton.
Ongkos pesawat Hercules yang bersubsidi di kenakan 16.000 per kilo yang buat oleh pihak Assosiasi Petani Bersatu Aceh Tengah- Bener Meriah.
Hasil pertanian sempat telantar sampai tiga hari di bandara sehingga barang tersebut busuk ketika tiba sampai Jakarta.
Tidak ada pertanggung jawaban dari Pihak Asosiasi Bersatu Aceh Tengah dan Bener Meriah barang sampai jakarta busuk, Ujarnya dengan nada sangat kecewa.
Kami akan menuntut tanggung jawab pihak Asosiasi Bersatu Aceh Tengah dan Bener Meriah barang kami yang membusuk dan akan menuntut ganti rugi.
Kami bayar ongkos pesawat lunas beberapa hari sebelum keberangkatan hasil pertanian kami, kami tidak tau saat itu ternyata pesawat Hercules tersebut sudah di bayar negara.
Namun barang kami pernah juga di telantar kan di Medan sampai satu malam lagi di obak- obik di bongkar sehingga barang hancur sampai jakarta, Ucapnya






















