A1news.co.id|Takengon – Dalam upaya nyata mempercepat pemulihan infrastruktur dasar masyarakat, Ketua DPR Aceh, Zulfadhli (Abang Samalanga), memfasilitasi mobilisasi strategis penyaluran bantuan pipa air bersih di Kabupaten Aceh Tengah.
Langkah ini merupakan bentuk kolaborasi erat antara kepemimpinan legislatif Aceh dengan Pondok Pesantren Banyu Anyar, Madura, serta dedikasi para Relawan SOPAN Gayo dalam menjawab kebutuhan mendesak warga di pelosok daerah.
Sebagai figur yang dikenal peduli pada isu-isu sosial, Zulfadhli melalui tim ahlinya memastikan bahwa kontribusi kemanusiaan yang datang dari luar daerah dapat terdistribusi secara tepat, cepat, dan terukur menuju titik-titik koordinat yang paling membutuhkan di tanah Gayo.
Distribusi Infrastruktur: mengalirkan kehidupan di tiga penjuru, bantuan yang dikawal langsung proses mobilisasinya oleh Ketua DPRA ini berfokus sepenuhnya pada pengadaan infrastruktur distribusi air.
Sebanyak 140 batang pipa pengalir dengan total jangkauan mencapai 880 meter telah berhasil disalurkan ke tiga wilayah strategis:
* Desa Kala Segi, Kecamatan Bintang: Penyaluran pipa untuk memperkuat akses air bersih bagi masyarakat pesisir.
* Dusun Kalang, Desa Rawe, Kecamatan Lut Tawar: Perbaikan jaringan distribusi air guna menunjang kebutuhan domestik warga.
* Desa Tanjung Pamar, Kecamatan Rusip Antara: Bantuan infrastruktur pipa untuk menjangkau pemukiman di wilayah pedalaman yang sulit diakses.
Masing-masing desa mendapatkan alokasi 46 batang pipa atau setara dengan bentangan 250 meter.
Kehadiran material ini diharapkan menjadi solusi permanen bagi keterbatasan akses air bersih yang selama ini menjadi tantangan warga di masa transisi pemulihan.
Komitmen kepemimpinan dan apresiasi persaudaraan Riski RM, selaku Tim Ketua DPRA, menyatakan bahwa langkah mobilisasi ini merupakan instruksi langsung dari Zulfadhli sebagai wujud penghormatan terhadap kepedulian masyarakat luas terhadap Aceh.
“Bapak Ketua DPRA, Zulfadhli, ingin memastikan bahwa setiap sumbangsih dari saudara-saudara kita, khususnya dari Pondok Pesantren Banyu Anyar Madura, disambut dengan tangan terbuka dan fasilitas yang mumpuni.
Mobilisasi ini adalah komitmen beliau untuk mengapresiasi kawan-kawan mahasiswa relawan sekaligus memastikan bantuan fisik berupa pipa ini benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan,” tegas Riski RM.
Harapan besar untuk Aceh Tengah
Di sisi lain, Koordinator Relawan SOPAN Gayo, Farhan Ananda, memberikan apresiasi tinggi atas peran aktif Ketua DPRA dalam menjembatani gerakan relawan di lapangan. Menurutnya, fasilitasi ini sangat krusial bagi kelancaran aksi kemanusiaan di medan yang menantang.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Ketua DPRA atas bantuan mobilisasi dan fasilitasi bagi kawan-kawan relawan SOPAN Gayo.
Dukungan ini sangat berarti bagi kami. Kami menaruh harapan besar agar semangat kolaboratif ini bisa dilakukan secara masif.
Jika elemen pemerintah dan relawan terus bersinergi, insya Allah Aceh, khususnya Aceh Tengah, akan lebih cepat pulih melewati masa transisi ini,” pungkas Farhan.
Penutup, aksi penyaluran pipa air bersih ini menjadi bukti nyata kepemimpinan yang melayani.
Melalui inisiatif Ketua DPRA, jalinan persaudaraan antara Madura dan Aceh kini terpatri dalam aliran air yang mengalir di desa-desa Aceh Tengah—sebuah simbol bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama dalam membangun kembali daerah yang lebih tangguh.(*)






















